Antara Banjir, dan Ancaman Penyakit

853
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Banjir tak sekadar menyebabkan jalan tergenang air, akses lalu lintas terhambat atau kendaraan mogokok saja. Pada banjir pun terdapat ancaman penyakit.

Air bisa menjadi perantara bakteri yang apabila dikonsumsi bisa menyebabkan penyakit.

Berikut sedikit kisah tentang banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kala itu, banjir terjadi di kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Lahat provinsi Sumatera Selatan ini memang rawan banjir.

Bahkan di desa Muara Limun sampai bulan april telah terjadi 7 kali banjir. Satu kejadian diantaranya  ketinggian air hingga mencapai 3 meter. Secara geografis Desa Muara limun berada di pertemuan 2 sungai besar. Banjir yang terjadi pada tanggal 28 Maret diduga akibat curah hujan yang tinggi dan hutan di hulu sungai sudah rusak akibat penambangan emas tanpa izin.

Banjir tersebut selain merugikan dari berbagai segi juga berakibat pada bidang kesehatan lingkungan.

Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah layanan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam.

BTKL-PP pun segera mengirim tim dengan melakukan Rapid Health Assesment, melakukan skrining penyakit Leptospirosis, pengambilan dan pemeriksaan sampel air bersih dan air minum dan menyerahkan logistik berupa penjernih air cepat (PAC), Kaporit, kantong sampah plastik ramah lingkungan,dan lain – lain.

Berdasarkan Rapid Health Assesment diperoleh data bahwa 30 % sumber air bersih di dusun tersebut tercemar e.coli !

Penyakit yang dilaporkan dari tempat pengungsian adalah ISPA , diare dan penyakit kulit.

Demikianlah salah satu tugas BTKL-PP. ***

 

 

Erwin Hari Astuti Pegawai Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam

Respon Anda?

komentar