FPI Labrak Tempat Hiburan Malam

1890
Pesona Indonesia
Ratusan Anggota Front Pembela Islam (FPI) Jambi, Jumat (10/6/2016) lalu tempat hiburan malam yang melanggar di Kota Jambi. Foto: Rendi Lahara/Jambi Independent
Ratusan Anggota Front Pembela Islam (FPI) Jambi, Jumat (10/6/2016) lalu tempat hiburan malam yang melanggar di Kota Jambi. Foto: Rendi Lahara/Jambi Independent

batampos.co.id – Jika di Batam ormas manapun dilarang melakukan sweeping tempat hiburan malam yang melanggar aturan jam operasional selama Ramadan, berbeda dengan daerah lainnya.

Di Kota Jambi, anggota Front Pembela Islam (FPI) Jambi tetap melakukan sweeping terhadap sejumlah tempat hiburan malam di kota tersebut, meski ada larangan dari kepolisian karena tindakan itu tergolong pelanggaran pidana.

Namun aksi FPI di Jambi terbilang cerdas. Mereka sweeping bersama polisi sebagai wujud dukungan mereka terhadap polisi dalam menegakkan aturan.

FPI Jambin dengan aman melabrak sejumlah kafe dan tempat hiburan malam, pada Jumat malam (10/6/2016) hingga Sabtu (11/6/2016).

Dalam aksi itu ratusan anggota FPI Jambi berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras).

Panglima FPI Kota Jambi Kemas Huzair mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kesucian bulan suci Ramadan.

“Lokasi ini sudah kita pantau dari beberapa hari yang lalu, dan beberapa anggota telah melakukan survei,” katanya yang dilansir dari Jambi Independent (batampos.co.id Group), Minggu (12/6/2016).

Dia mengungkapkan, sebelum melakukan aksi sweeping ini, FPI telah pernah mengingatkan pemilik kafe untuk tidak beroperasi. Namun permintaan itu tidak diindahkan.

“Kita sudah mengingatkan agar tidak ada aktivitas di bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Kapolresta Jambi Kombes Bernad Sibarani mengatakan, terkait dengam aksi sweeping tersebut, pihaknya melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. “Kita lakukan pengamanan di lokasi tersebut,” katanya.

Dalam aksi sweeping FPI itu, diamankan ratusan miras, dan saat ini sedang dilakukan penghitungan terlebih dahulu.

“Jika ada pelanggaran maka akan kita lakukan penindakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bernad mengatakan jika terbukti ada pelanggaran, ini termasuk tidak pidana ringan. Akan ada sanksi yang dikenakan terhadap pemilik.(uri/enn/iil/JPG)

 

Respon Anda?

komentar