Gelombang Tinggi, Bupati Lingga Gagal Bertolak ke Pekajang

587
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang mulai terjadi, kegiatan safari Ramadan Bupati Lingga, Alias Wello ke Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, gagal terlaksana, Sabtu (11/6). Cuaca ekstrim yang terjadi sepanjang musim selatan seperti ini membuat desa yang berbatas langsung dengan provinsi Bangka Belitung tersebut kembali terisolasi.

Informasi yang berhasil diperoleh Batam Pos, rombongan safari Ramadan Pemkab Lingga mengagendakan perjalanan ke Desa Pekajang. Namun cuaca tidak memungkinkan. Langit begitu mendung dan gelombang tinggi membuat speedboat Barakuda milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga patah arah.

“Rencana awal ada dua speed yang berangkat. Speed milik DKP berangkat lebih awal sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Sedang speed pemkab pukul 12.00 WIB setelah salat dzuhur. Tapi diperjalanan, cuaca mendung dan gelombang luar biasa, jadi kita patah arah balik lagi ke Daik,” ungkap Said Fauzi, salah seorang staf Humas Pemkab Lingga yang dihubungi Batam Pos (group batampos.co.id).

Dikatakannya, menurut kapten kapal cuaca tidak memungkinkan untuk tetap dipaksakan berangkat ke Desa Pekajang. Jaraknya cukup jauh. Berada 60 mil sebelah selatan Pulau Lingga.

“Jadi kita balik lagi ke Tanjung Buton. Kondisi cuaca memang tidak memungkinkan,” jelasnya lagi.

Wilayah perairan Pekajang diketahui memang cukup ekstrim saat musim angin laut selatan maupun utara. Gelombang tinggi dan angin kencang dipertengahan tahun dan akhir tahun tersebut, membuat desa dengan 7 pulau kecil penghasil bijih timah menjadi terisolasi. Baik bagi warga desa maupun warga luar yang ingin datang. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar