Hooligans Rusia: Muda, Ahli Bela Diri, Namun Tak Membunuh

813
Pesona Indonesia
Fans sepakbola Rusia bentrok dengan fans sepakbola Inggris. Foto: guardian
Fans sepakbola Rusia bentrok dengan fans sepakbola Inggris. Foto: guardian

batampos.co.id – Bentrokan massal antara fans garis keras Rusia dan Inggris di Marseille usai pertandingan yang berakhir 1-1, Minggu (12/6/2016) malam WIB lalu, masih terus menjadi perbincangan.

UEFA sendiri sudah mengancam akan ada hal tak mengenakkan yang didapat timnas Rusia maupun Inggris jika keributan kembali terjadi di ajang Euro 2016.

Tapi sebuah pernyataan menarik dikeluarkan Vladimir, seorang manajer Hubungan Internasional Moskow, yang menganggap kekerasan pada fans olahraga adalah hal yang lumrah.

Dia pun memastikan apapun ancaman yang dikatakan UEFA, tak akan mengubah mindset fans garis keras atau Hooligans dari Rusia maupun Inggris.

“Saya rasa putusan itu tak akan membuat mereka berhenti. Tak ada yang mampu menghentikan orang-orang ini,” ujarnya kepada AS.

Karakteristik fans garis keras Rusia, menurut Vladimir berbeda dengan Inggris.

“Sebagian besar dari kami adalah pemuda. Berusia 20-30 tahun dan saat di Rusia, kebanyakan dari mereka menekuni olahraga bela diri, entah tinju atau yang lainnya,” jelas Vladimir.

Para fans ini datang dan menyerang Inggris adalah untuk membuktikan bahwa fans Inggris bukanlah Hooligans.

“Kebanyakan dari mereka gemuk, meminum bir, memiliki tato padahal sudah berusia 50-an. Mereka tak tahu cara bertarung. Sementara sebagian besar orang Rusia sudah sangat mengerti cara bertarung,” katanya.

Tak hanya itu, dia juga menambahkan bahwa Hooligans Rusia tak pernah berniat untuk membunuh dan membuat seseorang cedera.

“Kami hanya ingin memperlihatkan kekuatan tanpa membunuh dan melukai. Sementara mereka (Inggris) menggunakan kursi dan botol saat berkelahi. Kami hanya menggunakan tangan kosong. Bagi kami hal-hal seperti ini adalah olahraga,” tutur dia.

Vladimir mengakui fans garis keras Rusia memang selalu mengincar momen-monmen besar seperti Euro. Dia memastikan ada 150 Hooligans terkuat Rusia yang terbang ke Marseille pada laga Inggris vs Rusia. Bahkan ada 500-600 fans garis keras Lokomotiv Moskva yang datang.

Setidaknya ada total 15 ribu orang Rusia yag ada di Prancis pada Euro 2016 kali ini. Loyalitas fans garis keras ini memang menjadi yang utama.

“Tak peduli kota apa atau tim yang didukung, terpenting kami semua dari Rusia akan bersatu dan melawan Inggris. Inggris selalu berkata bahwa mereka adalah Hooligans nomor satu di sepak bola, kami hanya memperlihatkan bahwa Inggris seperti Wanita,” tutup Vladimir. (rap/JPG)

Respon Anda?

komentar