IDI Usul Hukuman Kebiri Diubah, Ini Solusi yang Ditawarkan

733
Pesona Indonesia
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa

batampos.co.id -Meskipuin ada ancaman hukuman 4,5 bulan pada dokter enggan melakukan eksekusi kebiri terhadap pelaku kejahatan anak, namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap pada komitmennya menolak menjadi eksekutor.

Namun IDI menawarkan solusi yang lebih baik dari hukuman kebiri secara kimiawi. IDI berencana menyampaikan solusi yang mereka tawarkan ke pemerintah dan DPR.

Baca Juga: Dokter Bisa Dipidana 4,5 Bulan Jika Tolak Jadi Eksekutor Kebiri Kimia

Wakil Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih membenarkan pihaknya berniat untuk berdialog dan memberikan masukan soal penanganan pelaku kejahatan seksual berdasarkan ilmu kedokteran.

Sebab menurutnya, hukuman kebiri ini sejatinya tidak akan efektif karena hanya bersifat temporer.

“Selain harus disuntik beberapa kali, hukuman ini masih menyisakan pertanyaan besar. Pertanyaannya, setelah dua tahun (maksimal masa hukuman kebiri) siapa yang menjamin pelaku tidak kembali berbuat,” ujarnya, Minggu (12/6/2016).

Baca Juga: Dokter Boyke Tak Setuju dengan Hukuman Kebiri

Oleh karenanya, pihaknya berniat untuk segera bertemu perwakilan pemerintah dan DPR sebelum aturan turunan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) no 1 Tahun 2016, soal perlindungan anak rampung. “Kami akan merekomendasikan untuk direhabilitasi,” ujarnya.

Dalam proses rehab tersebut, dokter akan memeriksa kondisi pelaku untuk mengetahui penyebab tindakan kejinya. Bila memang terkait libido, maka dokter bisa menyuntikkan obat penurun sesuai dosis.

Namun, bila masalah kondisi kejiwaan, pelaku bisa langsung mendapat pendampingan kejiwaan. Mereka akan direhab hingga dinyatakan siap diterjunkan kembali ke masyarakat oleh para ahli.

Baca Juga: Dokter Ditunjuk sebagai Eksekutor Hukuman Kebiri

Jika tidak, maka rehabilitasi harus terus dilanjut. ”Dengan begini bisa terus diawasi. Kemudian dokter juga tidak dipaksa untuk menyakiti tapi lebih ke mengobati. Jadi win-win solution,” ujarnya.

Selain itu, imbuh dia, efek samping dari suntik kebiri pada pelaku bisa diminimalisir. Seperti diketahui, suntik kebiri bisa menimbulkan kekeroposan tulang bahkan membuat pria menjadi kewanita-wanitaan karena hormon wanita yang berlebih. (mia/JPG)

Berita Lainnya Klik: #Hukuman Kebiri

Respon Anda?

komentar