Tidak Diizinkan Masuk Ruang Rapat, Petinggi NasDem Bengkulu Mengamuk di Hotel

1159
Pesona Indonesia
Salah satu pengurus Partai NasDem Kota Bengkulu Leo Fadli Bakti mengamuk di depan ruang rapat, Minggu (12/6). Foto: Bengkulu Ekspress/JPG
Salah satu pengurus Partai NasDem Kota Bengkulu Leo Fadli Bakti mengamuk di depan ruang rapat, Minggu (12/6). Foto: Bengkulu Ekspress/JPG

batampos.co.id – Salah satu pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Bengkulu, Leo Fadli Bakti mengamuk di Hotel Madelin Kota Bengkulu, Minggu (12/6) kemarin.

Penyebabnya lantaran Wakil Sekretaris DPD NasDem Kota Bengkulu ini dilarang masuk ke dalam ruang rapat konsolidasi verifikasi Kota Bengkulu yang juga dihadiri tim verifikasi DPP NasDem hari itu.

Rapat itu sempat diwarnai kericuhan. Ia memaksa menerobos masuk dalam ruang rapat. Namun, keinginan Leo tetap gagal karena dihalangi penjaga pintu.

Leo membanting meja penyambut tamu di depan ruang rapat, sembari meneriaki kegiatan tersebut ilegal. Kericuhan tak berlangsung lama. Ia memilih untuk meninggalkan lokasi.

“Tadi saya mencoba untuk masuk ke dalam ruangan kegiatan. Namun tidak diperbolehkan petugas yang menjaga pintu. Dan menurut kami, kegiatan ini ilegal. Karena tidak mengundang 80 persen kepengurusan NasDem Kota Bengkulu,” ungkap Leo seperti dikutip dari Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group), Minggu (12/6)).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak wajar. Sebab, rapat yang mengatasnamakan NasDem Kota namun hanya segelintir pengurus yang diundang. Ketua DPD NasDem Kota Bengkulu pun tidak diundang.

“Anehnya kalau di kabupaten lain Bangkulu Tengah dan Seluma, semua pengurus diundang,” katanya.

Ditambahkannya, keanehan juga terjadi pada spanduk acara yang terpampang di ruang rapat hotel berbeda dengan yang ada didalam. Ia mencurigai rapat tersebut sebagai upaya melengserkan sejumlah nama pengurus partai NasDem Kota Bengkulu.

“Di depan acaranya silaturahmi dan buka puasa tapi didalam ada verifikasi DPD Partai NasDem Kota Bengkulu. Saya dan 80 persen pengurus kota tidak dilibatkan,” kesalnya.

Sementara itu, ketua tim verifikasi dari DPP NasDem Jafar Sidik yang berada di ruang rapat mengatakan, tujuannya datang ke Bengkulu guna melakukan verifikasi. Ia juga sedang melakukan konsolidasi bersama pengurus DPD dan DPW NasDem Provinsi Bengkulu.

“Saya ini hanya petugas verifikasi partai dari DPP, dan jika memang hasil konsolidasi kita nanti harus dilakukan restrukturisasi maka bisa saja pengurusnya akan berganti. Namun kita akan terus ada evaluasi.

“Dari evaluasi inilah bisa dilihat kinerja pengurus untuk membesarkan partai. Dan kalau tadi ada riak-riak diluar, itu hal yang biasa dinamika dalam berpolitik. Ini tandanya Nasdem akan menjadi semakin besar,” kata Jafar Sidik.

Berbeda dengan Leo, Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu Dedi Ermansyah mengatakan, pengurus kota yang hadir sudah mencapai 80 persen. Ia mengatakan kegiatan ini sebagai evaluasi sejumlah pengurus yang legal.

“Yang hadir saat ini, 80 persen pengurus NasDem Kota. Semua hasil konsolidasi ini akan kami sampaikan ke DPP dimana untuk verifikasi restrukturisasi ini, DPP telah membentuk tim tujuh dan tim tujuh inilah nanti yang akan memutuskan restrukturisasi atau tidak,” katanya. (jpg)

Respon Anda?

komentar