MUI Dukung Satpol PP Razia Warteg

810
Pesona Indonesia
Saeni, ibu pemilik warung makan yang dagangannya dirampas Satpol PP Serang. (foto: jpg)
Saeni, ibu pemilik warung makan yang dagangannya dirampas Satpol PP Serang. (foto: jpg)

batampos.co.id – Baru-baru ini, razia rumah makan yang dilakukan Satpol PP Kota Serang selama Ramadan telah menjadi sorotan masyarakat luas.

Publik mengkritik tindakan aparat yang dianggap sewenang-wenang, karena selain menutup warung yang buka siang hari, mereka juga menyita seluruh makanan yang dijual.

Namun, MUI Kota Serang justru mendukung apa yang telah dilakukan oleh Satpol PP setempat.

Sekretaris MUI Serang, Amas Tadjuddin, mengatakan MUI pada prinsip dasarnya mendukung tindakan tegas aparat Satpol PP untuk menertibkan pedagang makanan yang tetap buka siang hari saat Ramadan.

Terlebih lagi sebelumnya sudah ada surat edaran wali kota, serta kesepakatan antara MUI, ormas-ormas Islam dan perwakilan para pedagang yang dilakukan sebelum Ramadan.

“Kesepakatannya, bahwa tidak ada yang boleh warung buka di siang hari selama bulan Ramadan kecuali pukul empat sore sampe empat pagi,” ujar Amas, Minggu (12/6).

Soal insiden razia yang terjadi di Pasar Rau, menurut Amas itu harus dilihat bahwa Satpol PP telah melakukan tugasnya secara tegas. Sementara kerugian yang dialami pedagang dianggapnya sebagai konsekuensi dari penegakan hukum.

Soal cara Satpol PP menyita makanan dagangan, Amas menilai hal tersebut mungkin saja dengan maksud sebagai barang bukti.

“Apakah itu melanggar HAM atau tidak manusiawi itu kembali pada prespektif masing-masing tapi dengan dasar menghormati orang Islam yang sedang berpuasa,” pungkasnya. (jpnn)

Respon Anda?

komentar