Sistem Kelistrikan Batam dari 376 KvA hingga 412 MW

776
Pesona Indonesia
Di sini 110 MW listrik batam diproduksi. foto: putut ariyotejo / batampos.co.id
Di sini 110 MW listrik Batam diproduksi.
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

batampos.co.id – Batam telah memiliki sistem kelistrikan sejak tahun 1971. Pada saat itu, Pertamina dipercaya untuk mengelola kebutuhan primer masyarakat Batam ini. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola gas dan minyak ini membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki daya 2 x 188 KvA. Jumlah daya tersebut sangat rendah sehingga hanya mampu menghidupi listrik di perumahan karyawan Pertamina saja.

“Pertamina mengelola sistem kelistrikan di Batam mulai dari 1971 sampai dengan 1976 karena sudah memiliki pembangkit sendiri,” tutur Sekretaris PLN Batam, Agus Subekti pada Kamis (2/6) di kantor PLN Batam.

Tahun 1976, pemerintah pusat membentuk Otorita Batam (OB) untuk mengelola Batam. Maka, bisnis pengelolaan ketenagalistrikan  yang dikerjakan Pertamina diambil alih oleh OB dibawah kendali Unit Pelaksana Teknis Otorita Batam (UPT OB).

Kapasitas pembangkit saat itu sudah meningkat menjadi 17,5 MW.

Pada tahun 1978, OB dipegang oleh Prof Dr Ing Bj. Habibie. Di masa kepemimpinannya, Batam diarahkan sebagai kota industri. Listrik menjadi kebutuhan penting, apalagi dalam kaitannya untuk menggaet investor. Maka, OB pun membangun PLTD di Sekupang dan Batuampar. Selama periode 1976-1992, total daya dari dua pembangkit ini mampu memasok daya 45,5 MW ke wilayah Sekupang dan Batuampar.

Perkembangan Batam yang begitu pesat membuat OB kuwalahan memasok listrik di Batam.

Apalagi, saat itu investor-investor asing mulai menaruh minat untuk berinvestasi. Akibatnya, pada 1 Januari 1993, atas kesepakatan pemerintah dan OB, OB melepas bisnis pengelolaan ketenagalistrikan ke PT PLN Persero Wilayah Khusus Batam.

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, selaku Pemegang saham PT PLN (Persero) dalam surat No S-23/M-PM-PBMUN/2000 tanggal 23 Agustus 2000, pada tanggal 3 Oktober 2000, status PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam berubah menjadi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) dengan status sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), sebagai unit mandiri yang mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir.

Pada Juni 2008 PT PLN Batam melakukan rebranding menjadi b’right PLN Batam.

Saat ini, PLN Batam memiliki 10 gardu induk (GI).

Kesepuluh GI ini mendapatkan pasokan tenaga dari empat pembangkit listrik besar.

Seluruh pembangkit dan GI yang ada di Batam mampu memasok daya hingga 412,3 MW.

“Beban puncak pernah terjadi pada 30 Maret lalu, ketika cuaca sangat panas, dimana listrik dipasok hingga 327,3 MW. Artinya sistem kelistrikan di Batam punya banyak cadangan daya,” ungkapnya lagi. (leo)

Respon Anda?

komentar