Tidak Beloh Gunakan Dana Hibah, Asrama Mahasiswa Natuna Telat Bayar

471
Pesona Indonesia

Asrama Mahasiswa Natuna di Batam. foto:net
Asrama Mahasiswa Natuna di Batam. foto:net
batampos.co.id – Pelunasan sewa sejumlah asrama mahasiswa Natuna yang berada di luar daerah bakal terjadi penundaan tahun 2016 ini. Keterlambatan ini menyebabkan mahasiswa Natuna yang diluar daerah mulai cemas, misalnya mahasiswa Natuna berada di Batam yang menempati asrama mahasiswa di Perumahan Kurnia Djaya sudah mengungsi.

Kepala Dinas Pendidikan Natuna Agus Supardi, mengaku keterlambatan pelunasan sewa bangunan asrama mahasiswa Natuna di luar daerah bukan hanya di Batam. Namun dibeberapa tempat.

Keterlambatan ini dijelaskan Supardi, bukan kesengajaan. Bahkan pemerintah daerah sudah menyiapkan anggarannya. Namun karena anggaran sewa bangunan asrama dalam bentuk hibah, sehingga dilarang BPK dan inspektorat.

“Bulan Maret lalu, kami konsultasi dengan BPK dan inspektorat, pengucuran dana hibah untuk bayar sewa asrama mahasiswa tidak dibenarkan,” kata Supardi.

Dikatakan Supardi, beberapa asrama mahasiswa Natuna yang belum membayar sewa bangunnya diantaranya, di Batam, Tanjungpinang, Bandung, Pontianak, Malang, Purwokerto dan Pekanbaru.

“Memang ada beberapa tempat sudah dibangun asrama permanen, tapi perlu ditambah karena tidak cukup menampung, tapi ada yang belum dibangun,” kata Supardi, Minggu (12/6).

Dikatakan Supardi, keterlambatan pelunasan sewa bangunan asrama mahasiswa sudah dirapatkan bersama Komisi I DPRD. Ada dua opsi, yakni melalui pleno DPRD atau dilunasi setelah APBD perubahan 2016.

Sewa bangunan asrama mahasiswa Natuna diluar daerah kata Supardi, dianggarkan pada tahun 2016 sebesar Rp 850 juta, termasuk untuk organisasi mahasiswa di setiap daerah. Namun karena dalam bentuk hibah, anggaran tersebut harus dipindahkan ke badan pengelolaan keuangan daerah.

“Tapi kalau mahasiswa buat keputusan keluar dari asrama seperti yang di Batam, seharusnya tidak dilakukan. Dinas ada menerima surat, bisa dikomunikasikan, dinas masih tunggu regulasi, dan akan buat pernyataan hutang kepada pemilik bangunan,” kata Supardi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar