Ekonomi Lesu, Target Investasi Melaju

521
Pesona Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarani. Foto: jawapos
Kepala BKPM Franky Sibarani. Foto: jawapos

batampos.co.id – Di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik, pemerintah masih optimistis bisa mendongkrak investasi. Tahun depan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengerek target investasi menjadi Rp 631,5 triliun.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Senin (13/6/2016), Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut. Di antaranya, pengembangan sistem pelayanan penanaman modal secara online serta penambahan sarana dan prasarana pendukung PTSP pusat.

Kemudian, pembuatan peta potensi untuk mengembangkan investasi di sektor-sektor strategis, kegiatan penayangan iklan informasi kewajiban penyampaian laporan kewajiban penanaman modal bagi perusahaan, serta branding informasi sebagai tujuan investasi.

’’Kami juga meningkatkan pelayanan perizinan investasi seperti izin investasi tiga jam, KLIK, dan percepatan jalur hijau,’’ ungkapnya.

Selain peningkatan pelayanan perizinan, pihaknya melakukan berbagai program seperti debottlenecking, pemberikan insentif dan tambahan cakupan produk dalam fasilitas tax allowance bagi investor padat karya, serta perbaikan iklim investasi melalui perbaikan kemudahan.

Selain itu, kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) diharapkan terus berkembang pada 2017.

Dia menguraikan, saat ini baru 14 kawasan industri yang mengimplementasikan KLIK dan 43 proyek yang memanfaatkan fasilitas tersebut. ’’Kami harapkan tahun depan jumlah kawasan industri yang mengimplementasikan kemudahan ini terus meningkat,’’ ujarnya.

Dalam RDP itu, Franky mengungkapkan, salah satu problem terbesar investor di Indonesia adalah masalah persepsi. Para investor masih menganggap perizinan investasi di Indonesia sulit. Karena itu, pihaknya terus berkomunikasi secara aktif.

’’Kami membuat testimoni dari perusahaan-perusahaan yang sudah mengurus pelayanan di PTSP pusat dan izin investasi tiga jam. Lalu, kami upload di akun Youtube. Itu untuk mengubah persepsi investor yang masih menganggap perizinan di Indonesia sulit,’’ urainya. Dalam RDP tersebut, beberapa hal yang ditanyakan anggota DPR terkait realisasi investasi.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait upaya BKPM yang mengantisipasi tidak tercapainya target realisasi investasi. Franky menjelaskan, pada kuartal pertama 2016, realisasi investasi mencapai Rp 146,5 triliun atau 24,6 persen dari target. ’’Dengan capaian kuartal pertama tahun ini yang positif, kami optimistis terhadap pencapaian target tahun ini,” imbuhnya. (ken/c5/oki/jpgrup)

Respon Anda?

komentar