570 KK di Bintan Terpaksa Tempuh 1 Km untuk Dapatkan Air Bersih

466
Pesona Indonesia
Warga Perumahan Lobam Bestari, Nainggolan sedang menunjukkan mesin pendistribusian air bersih dari SPAM ke pelanggan yang rusak parah di Gedung SPAM IKK SKL, kemarin. foto:harry/batampos
Warga Perumahan Lobam Bestari, Nainggolan sedang menunjukkan mesin pendistribusian air bersih dari SPAM ke pelanggan yang rusak parah di Gedung SPAM IKK SKL, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 570 Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Lobam Bestari, Tanjung Permai dan Lobam Mas Asri Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), terpaksa berjalan menempuh jarak satu Kilometer (Km) untuk mendapatkan air bersih di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Hal ini dilakukan mereka karena sumber air bersih dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Induk Kota Kecamatan (IKK) SKL tak mengalir lagi ke rumah akibat mesinnya mengalami kerusakan.

“Kita terpaksa berkendara sejauh 1 Km untuk dapatkan air bersih. Hal ini sudah kita lakukan selama 12 hari sejak awal Juni 2016,” ujar salah satu warga Perumahan Lobam Bestari, Nainggolan saat ditemui di Gedung SPAM IKK SKL, kemarin.

Dikatakannya, air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat untuk memenuhi hidup sehari-hari baik untuk memasak, mandi, maupun mencuci. Akan tetapi selama 12 hari terakhir, sumber air yang selama ini memenuhi kebutuhan masyarakat dari SPAM IKK SKL tidak mengalir ke rumah mereka. Sehingga mereka terpaksa menumpang dan mencari air bersih ke kampung seberang.

Apalagi saat ini bulan suci Ramadan. Bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, merasa tidak memungkinkan untuk mencari sumber air bersih dengan berkeliling kampung setiap waktu. Sehingga dengan alternatif lainnya, mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kalau untuk mandi masih bisa menumpang ke rumah tetangga di kampung seberang. Namun kita juga segan jika itu dilakukan setiap saat. Sehingga dengan alternatif lainnya, saat ini menggunakan air galon,” katanya.

Besar harapannya, agar pihak pengelola SPAM IKK SKL bisa mencari solusi supaya air bersih bisa dapat mengair seperti biasa. Karena walaupun air tak mengalir, pelanggan tetap membayar iuran secara rutin sebesar Rp 40 ribu setiap bulannya.

“Selama ini 570 pelanggan tergantung dengan air bersih dari SPAM. Bahkan iuran perbulannya selalu tepat dibayarkan. Jadi kita minta Air bersih tetap disalurkan ataupun dialirkan,” pintanya.

Ketua Pengelola SPAM IKK SKL, Annisa mengakui jika air bersih dari SPAM IKK SKL tak dapat dialirkan ke rumah warga semenjak awal Juni. Hal ini terjadi bukan dari faktor kesengajaan melainkan pihaknya mengalami kendala dalam pendistribusian air ke pelanggan dikarenakan mesin pompa SPAM tersebut mengalami kerusakan.

“Mesin pompa distribusi sudah 12 hari mengalami kerusakan. Jadi kita tidak bisa mengalirkan air bersih ke rumah warga melalui perpipaan,” katanya.

Untuk memperbaiki mesin pompa tersebut, lanjutnya, dibutuhkan biaya hingga puluhan juta. Sedangkan ia selaku pengelola tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki mesin pompa tersebut. Bahkan dana kas yang disimpan tidak sebesar jumlah biaya perbaikan. Sehingga permasalahan ini dilaporkannya kepada instansi yang bertanggungjawab dalam perawatan mesin SPAM yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) SPAM Kabupaten Bintan, Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Kepri.

Selain itu juga, ia meminta agar mesin generator yang tersedia saat ini dengan kapasitas 50 KVA ditambahkan dayanya lagi karena kebutuhan sudah mencapai 70 KVA. Kemudian juga untuk pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit mesin, dirasakannya sangat sulit karena selama ini ia harus menggunakan dan menyewa kapal pokcai (rakit penyeberangan tenaga mesin tempel) untuk mengantar ke lokasi waduk (eks kolam tambang pasir) yang berada di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan SKL.

“Karena perawatan ini masih menjadi tanggungjawab UPT SPAM. Kita minta UPT SPAM ikut turun tangan menanggung pembiayaan perbaikan mesin pompa tersebut dan juga kita minta untuk mengoperasikan mesin ini tidak lagi gunakan BBM melainkan listrik dari PLN,” tegasnya.

Ketua UPT SPAM Kabupaten Bintan, Joko mengatakan dirinya tidak ada kewenangan dalam permasalahan SPAM di IKK SKL. Jadi untuk kejadian air bersih yang tak bisa mengalir ke rumah warga merupakan tanggungjawab penuh dari pengelola bukannya UPT SPAM lagi

“Jika air tidak mengalir dari SPAM ke pelanggan silakan tanya masalah ini kepada pengelola SPAM. Bukannya kepada kita,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar