Kekurangan Dua Anggota, Komisi III DPRD Kepri Mulai Kewalahan

361
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Kekosongan dua kursi di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri mulai dirasa menjadi kendala. Terlebih dikarenakan fungsi komisi ini mengawasi bidang pembangunan yang terus berkelanjutan dari hari ke hari.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak tak menyangkal hal itu. Ketidaklengkapan dua anggota Komisi III dirasanya mengurangi optimalisasi kerja pengawasan secara keseluruhan lembaga legislatif.

“Jelas kami kewalahan. Apalagi mengepaskan keanggotaan berdasarkan partai dan bidang mereka dalam pembentukan panitia khusus,” ungkap Jumaga, kemarin.

Karena itu, menurut Jumaga, tidak ada cara lain yang bisa ditempuh kecuali mempercepat proses pergantian antar waktu (PAW) yang mesti dilakukan oleh masing-masing partai politik pengusung.

“Secepatnyalah. Memang sudah kewalahan ini sekarang walau pun hanya dua orang,” ujar politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Menurut Jumaga, berkurangnya satu perwakilan di DPRD Kepri dari masing-masing partai sedikit banyak juga merugikan partai yang bersangkutan.

“Dan yang bisa dipastikan ini nanti pasti ada silpa. Karena gaji dua orang ini belum ada yang berhak selama beberapa bulan belakangan. Bakal terus begini sampai ada penggantinya,” ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui bersama, dua anggota anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri yang sudah bakal pasti menjalani PAW adalah Erianto dari Partai Demokrat dan mendiang Sofyan Samsir dari Partai Golkar. Bila PAW Sofyan Samsir sudah dipastikan karena politisi dari daerah pemilihan Natuna dan Anambas ini meninggal dunia, lain ceritanya bagi Erianto yang juga berasal dari dapil yang sama.

Politisi Partai Demokrat tersebut terjerat kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dan sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Kelanjutan status Erianto sebagai anggota legislatif berpulang ke tangan partai. Namun, informasi terakhir yang diterima Jumaga, Ketua Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa ada pakta integritas yang sudah diteken bersama.

Bila nanti surah rekomendasi PAW sudah diterima Jumaga, proses selanjutnya adalah pengusulan pengganti keduanya ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Kepri. Karena itu, Jumaga meminta kepada partai politik yang bersangkutan bisa segera menyerahkan surat proses PAW masing-masing anggotanya secepatnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar