Kontraktor Ajukan Perpanjangan Pengerjaan Jembatan Dompak hingga September

1432
Pesona Indonesia
Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan jembatan 1 Dompak, Selasa (17/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan jembatan 1 Dompak, Selasa (17/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pimpinan Proyek (Pimpro) Jembatan I Dompak, Adi Prayitno mengatakan PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor masih membutuhkan waktu tiga bulan kedepan untuk menyelesaikan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Apabila tidak ada halangan, selesai dikerjakan pada September mendatang.

“Memang ini, diluar prediksi kami. Mundur penyelesaian ini, selain menunggu rekomendasi Komisi Keselamatan Jalan, Terowongan dan Jembatan (KKJTK). Waktu kami juga tersita untuk membongkar bagian yang rusak. Apalagi belakang ini, sering diganggu oleh alam,” ujar Adi, Senin (13/6) di Masjid Raya Nur Ilahi, Dompak, Tanjungpinang.

Ditegaskan Adi, pihaknya optimis bisa menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan pada September mendatang. Apalagi progres sekarang ini, sudah mencapai pada angka 93 persen. Bahkan sekarang pekerjaan, fokus pada perbaikan dilokasi yang rusak.

“Insya Allah bulan September mendatang sudah selesai kami kerjakan. Dan kami sudah mengajukan permintaan tambahan waktu ke Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri,” sebut Adi.

Disinggung mengenai teknis permintaan tambahan waktu tersebut, Adi mengatakan pihaknya tidak merubah kontrak yang ada. Masih kata Adi, untuk memberikan penjelasan kepada publik, terkait pengajuan ini, akan dijelaskan oleh Dinas PU Kepri dalam siaran pers dalam waktu dekat ini.

“Terkait masalah ini, nanti teknisnya Dinas PU Kepri yang akan menjelaskannya. Yang jelas, kami terus berupaya untuk menyelesaikan tanggungjawab kami dengan sebaik-baiknya,” tegas Adi.

Ditambahkan Adi, ada beberapa pekerjaan yang terus digesa untuk diselesaikan. Diantaranya dalah pembangunan bentangan busur. Saat ini, bentangan pertama sudah selesai dilakukan pengecoran. Sedangkan bentangan kedua masih dalam proses. Sementara itu, untuk bentangan ketiga masih menunggu selesainya perbaikan di lokasi yang ambruk.

“Khusus bentangan utama nanti, menunggu selesainya pekerjaan dibagian yang ambruk. Inilah pekerjaan-pekerjaan besar yang harus kami selesaikan dalam permintaan waktu, yang kami ajukan,” tutup Adi.

Belum diketahui pasti, apakah pada perpanjangan waktu kedua ini nanti, PT WIKA selaku kontraktor proyek senilai Rp 312 miliar tersebut akan diberikan sanksi atau tidak. Pasalnya, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PU Kepri dalam halam persoalan ini.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar