Meneropong Portugal vs Islandia

302
Pesona Indonesia
Cristiano Ronaldo.  REUTERS/Rafael Marchante
Cristiano Ronaldo. REUTERS/Rafael Marchante

batampos.co.id – Lars Lagerback tidak perlu panik. Ancaman Cristiano Ronaldo sudah bukan lagi tantangan baru baginya. Sebab, Lagerback punya pengalaman mematikan kontribusi gol Ronaldo. Itu dilakukan Lagerback saat masih membesut timnas Swedia di antara rentang waktu tahun 2000 hingga 2009.

Tiga kali melawan Portugal bersama Ronaldo-nya, tidak satu pun Swedia di tangan Lagerback kebobolan dari penyerang berinisial CR7 itu. Bedanya di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne dini hari nanti WIB pelatih berusia 67 tahun tersebut bukan lagi bersama Swedia. Melainkan Islandia yang mengawali debutnya di Euro.

“Jika di Swedia saya berhasil, sekarang di Islandia pun saya berharap mampu melakukannya,” koar pelatih yang sudah lima tahun menangani tim berjuluk Strákarnir okkar, sebagaimana dikutip di Omnisport.

Lagerback konfiden melakukannya dengan modal sebagai kontestan paling minim bobol gawangnya di Grup A fase kualifikasi Euro 2016 lalu.

Menghadapi negara-negara yang lebih memiliki jam terbang di Euro seperti Belanda, Republik Ceko, dan Turki, Aron Guunarsson dkk hanya kebobolan enam gol dari 10 pertandingan. Atau dengan kata lain hanya 0,6 gol per laga perkiraan kebobolan Islandia. Demi misi itu, Lagerback bakal kembali menerapkan strateginya saat bertahan.

Dengan formasi 4-4-2, defense negara berperingkat 34 FIFA itu dapat menumpuk sampai lima pemain ketika mendapat serangan. Nah, di sinilah peran kapten Aron Gunnarsson. Gelandang Cardiff City itu bisa berfungsi sebagai poros tunggal, dan meng-cover back four Islandia.

Apalagi, gelandang yang berusia 27 tahun itu punya kemampuan menutup bola-bola dari lini kedua ke lini depan lawan.

Terutama dari rasio keberhasilan duel udaranya yang di atas 60 persen.

”Saat berada di dalam kotak penalti, duel-duel udara Ronaldo bisa mematikan. Bukan hanya dari sisi kecepatannya saja dia bisa bermain lebih berbahaya,” beber pelatih yang baru mencatatkan 40,43 persentase kemenangan di belakang kemudi Islandia.

“Saya akui, kekuatan terbesar kami memang berasal dari bagaimana bagusnya kami bertahan, dan betapa kerasnya upaya kami saling menutup pertahanan itu sambil mencoba membangun counter attack,” ungkap attacking midfielder Islandia, Gylfi Sigurdsson, dalam sebuah wawancara dengan World Soccer Talk.

Hanya, Lagerback berpesan kepada anak asuhnya. Jangan asal bertahan. Bertahan lebih cerdas. ”Karena Ronaldo bukan hanya pemain yang agresif di dalam mencetak gol. Bersama Pepe dia pemain yang jago dalam akting. Jangan sampai diving-nya menjadi kerugian bagi kami,” warning pria yang sudah membesut tiga negara itu, Swedia, Nigeria dan Islandia.

Walaupun Lagerback punya pengalaman menjinakkan Ronaldo, para penggawa Portugal tidak khawatir. Salah satunya bek Cedric Soares. Baginya, Ronaldo saat dihadapi Lagerback lalu sudah jauh berbeda dengan Ronaldo yang dihadapi Lagerback dini hari nanti.

”Saya ingatkan, dia sedang on fire,” ucap bek Southampton yang berusia 24 tahun tersebut.

Bukan hanya menjadi pembeda, Cedric juga menyebut Ronaldo sebagai pembisik Islandia di saat menyerang. Sebagaimana dikutip dari AFP, Cedric setuju jika defense Islandia disebut tidak akan mudah ditembus.

Defense-nya sangat solid. Bukan tidak mungkin kami bisa kehilangan kans menang di laga pertama ini dengan skor 0-0,” tegasnya. (ren/jpgrup)

Respon Anda?

komentar