MV Sentosa 9 Rusak Mesin di Tengah Laut, Penumpang Dipulangkan ke Tanjungpinang

801
Pesona Indonesia
Kapal MV Sentosa9 yang ditumpangi Husnizar dari Tanjungpinang menuju Johor Bahru, Malaysia mengalami kerusakan mesin di tengah laut, Senin (13/6).  F. ist
Kapal MV Sentosa9 yang ditumpangi Husnizar dari Tanjungpinang menuju Johor Bahru, Malaysia mengalami kerusakan mesin di tengah laut, Senin (13/6). F. ist

batampos.co.id – Pengalaman pahit didera Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Husnizar Hood, Senin (13/6). Rencananya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Johor Bahru, Malaysia, batal. Lantaran mesin kapal bernama lambung MV Sentosa 9 yang ditumpanginya mendadak rusak di tengah laut.

“Pastikan kapal itu layak melayani penumpang,” ungkapnya via sambungan telepon, sesaat usai mesin MV Sentosa 9 dinyatakan rusak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Husnizar menuturkan, pada mulanya dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang tidak ada gelagat bakal terjadi insiden yang tak diinginkan semacam ini. Setelah 1,5 jam perjalanan atau sekira-kira berada di perairan Tanjunguban, Bintan Utara, tiba-tiba awak kapal menyatakan perjalanan MV Sentosa 9 tidak dapat dilanjutkan. Mesin rusak dan tidak ada suku cadang untuk menggantikan.

Para penumpang, tutur Husnizar, banyak yang mengungkapkan kekesalan dan protes kepada manajamen perusahaan penyedia pelayaran internasional ini. Namun, tidak banyak yang bisa dibuat. Terlalu riskan untuk memaksakan melanjutkan perjalanan. Akhirnya, kapal lain datang guna menyusul penumpang dan membawa pulang ke Tanjungpinang.

Husnizar menukas keras, hal semacam ini sudah sangat sulit untuk ditoleransi. “Sebaiknya kapal tak layak jangan diizinkan lagi berangkat. Selain merugikan penumpang juga membahayakan. Ini perusahaan cari makan atas penderitaan orang lain,” kecam Husnizar.

Husnizar kemudian lekas mengontak ke Komisi III DPRD Provinsi Kepri. Ia meminta agar insiden semacam ini benar-benar ditanggapi dan ditindaklanjuti. Soal izin pelayaran kapal angkutan penumpang adalah sesuatu yang urgen dan tidak bisa dipandang sebelah mata. “Kalau memang tidak layak, ya jangan dipaksakan. Sekali lagi, ini amat membahayakan,” tegasnya.

Komisi III yang bermitra dengan Dinas Perhubungan Kepri, sambung Husnizar, harus memanggil pihak pelabuhan dan perusahaan pelayaran terkait. Hal semacam ini mesti dihindari agar tidak lagi terjadi. Terlebih di hari-hari jelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini, ketika arus penumpang sedang padat-padatnya.

“Jika mereka tak beres, aku gugat perusahaan pelayaran ini,” pungkas Husnizar. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar