Pasutri Selundupkan 2500 Butir Ekstasi Di Tapak Sandal

768
Pesona Indonesia
Terdakwa Anwar Thamin (kiri) dan istrinya Yulia (kanan) saat disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6). Keduanya terpaku mendengar keterangan saksi-saksi yang memberatkan perbuatannya. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Anwar Thamin (kiri) dan istrinya Yulia (kanan) saat disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6). Keduanya terpaku mendengar keterangan saksi-saksi yang memberatkan perbuatannya. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Pasangan suami-istri (pasutri) Anwar Thamin dan Yulia menjadi terdakwa setelah pekerjaan sampingannya terbongkar petugas Bea dan Cukai pelabuhan Ferry Batamcenter, pertengahan Maret lalu. Keduanya kedapatan membawa 2500 lebih pil ekstasi dari Malaysia, yang disimpan ditapak sandal yang dikenakan masing-masing terdakwa. Hal ini terungkap pada persidangannya di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6) sore.

Dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang, kedua terdakwa berani membawa ekstasi tersebut dengan jumlah besar dikarenakan iming-iming upah dari pemilik barang, Ahau (DPO) di Malaysia. “Terdakwa, dijanjikan upah Rp 10 juta jika berhasil membawa ekstasi tersebut sampai ke penerimanya di Medan,” ujar JPU Rumondang.

Pengakuan para saksi juga turut membenarkan hal tersebut. “Sabu itu rencananya akan diedarkan di Medan melalui Batam. Karena dijanjikan upah, mereka berdua nekad membawa ekstasi itu,” jelas saksi Riki dan Fauzatulo dari anggota Polri.

Sementara saksi dari petugas Bea dan Cukai pelabuhan Batamcenter, Riyanto dan Rosliana mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya menetapkan peraturan baru khusus untuk para penumpang yang datang dari Malaysia. “Kami harus melakukan X-Ray tidak hanya pada barang yang dibawa, tetapi juga pada diri penumpang,” ucap saksi Riyanto.

Apa yang dikenakan penumpang saat itu, dapat terlihat jelas dilayar monitor dengan samaran berupa garis-garis warna. “Saat kedua terdakwa melewati X-Ray, terlihat ditapak sendal yang dikenakan ada bundaran-bundaran kecil bewarna hijau. Lebih lanjut kami lakukan penggeledahan,” sambung saksi Rosliana.

Ditemukan pada masing-masingnya, ekstasi dengan jumlah yang berbeda. Terdakwa Anwar bawa 1832 butir ekstasi atau seberat 537,24 gram. Sedangkan Yulia bawa 852 butir ekstasi atau seberat 229,18 gram. “Ekstasi sudah dibungkus dalam beberapa plastik kecil, kemudian dimasukkan ke sela tapak sandal, lalu sela itu dijahit agar terlihat seperti sandal biasa,” sebut Roslianan lagi.

Keseluruhan isi dakwaan dan pemaparan saksi, dibenarkan oleh kedua terdakwa asal Medan tersebut. Terdakwa mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan yang menentang peraturan pemerintah ini. Namun saat majelis hakim yang dipimpin Hakim Tiwik didampingi Hakim Verra dan Egi, memeriksa paspor kedua terdakwa, terlihat keduanya sering melakukan bolak-balik Malaysia-Batam sejak tahun 2013.

Selanjutnya, kedua terdakwa dijadwalkan menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada pekan depan, Senin (20/6). (cr15)

Respon Anda?

komentar