Pemko Pesimis Izin Impor Disetujui Presiden

324
Pesona Indonesia

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-image
batampos.co.id – Pemko Batam mulai pesimis permintaan izin impor bahan pangan langsung ke Batam disetujui Pemerintah Pusat. Sebab, hingga kini, surat yang dilayangkan Pemko Batam melalui Gubernur Kepri Nurdin Basirun belum direspon oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Yang jelas sampai hari ini belum ada berita dari Gubernur (Nurdin),” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.

Rudi juga tak menapik jika peluang untuk mendapat izin tersebut sangat kecil. Meskipun beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan Thomas Lembong setuju dengan usul izin impor khusus Batam. Namun nyatanya hingga kini importasi itu belum terwujud. Saat itu, Mendag menyebut, kewenangan impor bukan berada di Kementrian Perdagangan namun juga Kementrian Pertanian.

“Kalau menyebut peluang saya tak berani ngomong, itu lah fakta yang ada,” terang Rudi.

Sebelumnya, Pemko Batam melalui Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menyurati Presiden (30/5). Surat itu berisi permohonan izin untuk membuka kran impor khusus Batam. Sebab, Batam selalu kekurangan stok gula dan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Isi surat itu menjelaskan kondisi Batam yang selalu kekurangan stok gula dan beras. Apalagi, satu bulan belakangan, harga gula naik dua kali lipat dibandingkan harga normal. Biasanya masyarakat bisa mendapatkan harga perkilo Rp 8 ribu, namun kali ini bisa mencapai Rp 17 ribu perkilonya. Hal itu tentunya sangat merugikan dan menyengsarakan masyarakat, khususnya masyarakat menegah ke bawah.(she)

Respon Anda?

komentar