Ssssttt… Inilah Rahasia Keandalan Listrik PLN Batam

908
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Berdasarkan keputusan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, selaku Pemegang saham PT PLN (Persero) dalam surat No S-23/M-PM-PBMUN/2000 tanggal 23 Agustus 2000, pada tanggal 3 Oktober 2000, status PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam berubah menjadi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) dengan status sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), sebagai unit mandiri yang mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir.

Berikut rahasia keandalan listrik yang diproduksi PT PLN Batam

Saat ini, PLN Batam memiliki 10 gardu induk (GI). Fungsi utama dari gardu induk ialah untuk mengatur aliran daya listrik dari saluran transmisi ke saluran transmisi lainnya yang kemudian didistribusikan ke konsumen sekaligus sebagai tempat kontrol dan dua fungsi lain. Sebagai pengaman operasi sistem serta sebagai tempat untuk menurunkan tegangan transmisi menjadi tegangan distribusi.

Kesepuluh gardu induk itu ialah

  • GI Sei Baloi berdiri tahun 1996 dengan kapasitas 180 Mega Volt Ampere (MVA),
  • GI Tanjungsengkuang dibangun tahun 1996 dengan kapasitas 60 MVA,
  • GI Batubesar dibangun tahun 1996 dengan kapasitas 90 MVA,
  • GI Seiharapan dibangun tahun 1996 dengan kapasitas 60 MVA,
  • GI Panaran dibangun tahun 2004 dengan kapasitas 30 MVA,
  • GI Sagulung dibangun tahun 2006 dengan kapasitas 60 MVA,
  • GI Mukakuning dibangun pada tahun 2009 dengan kapasitas 30 MVA,
  • GI Tanjungkasam dibangun pada tahun 2015 dengan kapasitas 60 MVA,
  • GI Tanjunguncang dibangun tahun 2016 dengan kapasitas 30 MVA.
  • GI Nongsa dengan kapasitas 30 MVA, (belum beroperasi).

Kesepuluh GI ini mendapatkan pasokan tenaga dari empat pembangkit listrik besar yakni

  • Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjunguncang dengan kapasitas 2×35 Mega Watt (MW) yang mulai beroperasi pada 16 Mei 2016.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungkasam dengan kapasitas 2×55 yang mulai beroperasi pada 25 Oktober 2012
  • PLTG Panaran dengan kapasitas 2×27,5 MW yang mulai beroperasi pada 30 Oktober 2012
  • PLTG Gas Engine Kabil dengan kapasitas 15,0 MW.

Pembangkit diatas melengkapi empat pembangkit warisan OB masih tetap beroperasi yakni

  • Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Baloi, dengan kapasitas 2×10 MW,
  • PLTD Batuampar dengan kapasitas 2×4 dan 2×6 MW,
  • PLTD Sengkuang dengan kapasitas 1×3,8 MW
  • PLTD Sekupang dengan kapasitas 4×3,7 MW.

“Kesepuluh GI ini dihubungkan melalui sistem cincin. Dan jarak antar GI sekitar 5 km. Sehingga voltase itu benar-benar terjaga karena menggunakan jaringan transmisi 150 KV. Bahkan rasio elektrifikasi PLN Batam sudah mencapai 97,3 persen, hampir seluruh Batam sudah dialiri listrik,” tutur Sekretaris PLN Batam, Agus Subekti.

Seluruh pembangkit dan GI yang ada di Batam mampu memasok daya hingga 412,3 MW.

“Beban puncak pernah terjadi pada 30 Maret lalu, ketika cuaca sangat panas, dimana listrik dipasok hingga 327,3 MW. Artinya sistem kelistrikan di Batam punya banyak cadangan daya,” ungkapnya lagi. (leo)

Respon Anda?

komentar