Tak Dibelikan Minuman, Angkot Dirusak Anak Punk

994
Pesona Indonesia
Ilustrasi anak punk. Foto: istimewa
Ilustrasi anak punk. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keberadaan kelompok anak punk di wilayah Batuaji semakin meresahkan warga. Tidak saja mengamen dengan gaya paksa di persimpangan jalan, tapi juga mulai nekad memalak warga pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda empat.

Aksi palak oleh kelompok anak punk itu sudah terjadi sejak beberapa pekan belakangan ini dan sudah banyak warga yang menjadi korban. Kendaraan warga sudah banyak yang dirusak baik dengan cara menggoreskan paku ke bodi mobil maupun yang dipecahkan kacanya karena tak memberikan apa yang mereka minta saat mereka ngamen di jalan raya.

Korban terakhir adalah angkot Kery BP 1553 DU di Batuaji. Mobil angkot warna pink itu rusak berat karena diamuk kelompok anak punk di jalan raya R Suprapto Batuaji persisnya depan perumahan Bambu Kuning, Minggu (12/6) pagi. Seluruh kaca mobil luluh lantah karena dipukul pakai kayu dan batu oleh anak punk itu.

InformasiĀ  yang didapat, aksi pengerusakan angkot itu bermula dari niat Marlon sang sopir angkot yang hendak membeli minuman di dekat lokasi anak punk tadi berkumpul. “Saya beli minuman, terus datang dua anak punk itu minta dibeliin juga,” ujar Marlon.

Karena hanya dua orang anak punk yang datang menemuinya, Marlonpun menuruti dan dua anak punk itu masing-masing diberi satu kaleng minuman yang dibelinya.

Namun niat baik Marlon rupanya tak diterima oleh anak punk lainnya yang juga berkumpul di dekat lokasi angkot Marlon parkir. Anak punk yang lain juga datang minta untuk dibelikan minuman yang sama. Meresa keberatan karena kebanyakan, Marlon tak bisa penuhi sehingga anak-anak punk itu mengamuk. “Banyak mereka, tak bisa saya lawan makanya saya kabur,” kata Marlon.

Mobil angkot yang ditinggalkan Marlon pun dirusak anak-anak punk itu. “Saya panggil bantuan, tapi saat balik ke lokasi, mobil sudah hancur. Kaca sudah pecah semua, tapi anak-anak itu (anak punk) sudah tak ada lagi,” ujar Marlon.

Kejadian itu langsung diaporkan ke Mapolsek Batuaji dengan harapan agar kepolisian bisa mengusut anak punk yang merusak angkotnya tersebut.

Sebelumnya, Hendra warga lain di Perumnas Sagulung juga mengalami hal yang sama. Mobil sedannya pernah digoresi oleh kelompok anak punk yang kerap mangkal dan ngamen di Simpang Basecamp Batuaji seminggu yang lalu. “Saya mau ke Marina, di lampu merah Simpang Basecamp datang anak punk nyanyi dekat mobil saya. Saya tak buka kaca sampai lampu hijau menyalah. Rupanya saat tiba di Marina, bodi mobil saya sudah digores pakai paku. Panjang goresannya,” kata Hendra.

Begitu juga dengan warga di sejumlah perumahan di Batuaji mengeluhkan hal yang sama. Keberadaan anak punk mulai mengusik ketenangan warga di perumahan. Warga di perumahan Graha Mas, Marina misalkan mengaku sangat terusik dengan keberadaan kelompok anak punk yang sudah berani masuk ke dalam kawasan perumahan mereka baik untuk mengamen ataupun membuat keributan. “Sudah berani mereka masuk ke perumahan. Yang paling kuatir mereka mengajak anak-anak di sini untuk ikut mereka. Itu yang kami takutkan,” kata Andika salah satu warga. Jika warga melarang, maka kelompok anak punk itu berani melawan warga.

Warga berharap agar di bulan puasa ini, petugas keamanan dan instansi pemerintah terkait bisa menertibkan kelompok anak berandal yang sudah sangat meresahkan tersebut. (eja)

Respon Anda?

komentar