Tim 9 Akui Adanya Kegiatan Reklamasi Karena Kantongi Izin Dari BP Batam

587
Pesona Indonesia
Ilustrasi reklamasi pulau dan pantai. Foto: istimewa
Ilustrasi reklamasi pulau dan pantai. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengakui adanya kegiatan reklamasi yang masih berlangsung. Namun pihaknya belum bisa menindak tegas perusahaan tersebut karena memiliki izin dari Badan Pengusaha Batam.

“Kita sudah dua kali turun, disana ada kegiatan. Namun mereka ada izin dari BP kawasan,” kata Dendi yang juga menjabat Sekretaris tim 9.

Dikatakannya, kegiatan reklamasi itu dilakukan oleh PT Silma yang merupakan kontraktor reklamasi di kawasan Ocarina. Pihaknya juga telah memanggil pimpinan PT Silma untuk dimintai keterangan. Yang mana PT Silma mengaku tetap beroperasi karena sudah memiliki izin cut n fill dari BP Batam.

“Kita akan konfrontir ke BP Batam, Minggu ini kita akan mengundang BP Batam untuk bahas ini,” imbuh Dendi.

Ketika sidak ke kawasan reklamasi pihaknya hanya menemukan banyak jejak kendaraan bergerak. Alat berat berupa beko yang digunakan pun tak ada ditempat karena selalu berpindah-pindah.

“Kendaraan yang digunakan merupakan milik PT Silma dan ada satu proyek pemerintah,” imbuh Dendi.

Sementara untuk aktifitas lalu lalang truk terbuka yang diduga mengangkut tanah untuk reklamasi di kawasan Ocarina, menurut Dendi, tim 9 tak punya wewenang untuk menindak. Sebab, wewenang tim 9 hanya menghentikan kegiatan di lokasi bibir pantai yang direklamasi.

“Bukan wewenang tim 9, kita sudah surati Dinas Perhubungan dan Polantas untuk menindak truk-truk tersebut. Sedangkan alat berat yang pernah kita segel, sama sekali tak pernah digunakan, karena kita telah cek titik koordinatnya tak bergeser sedikitpun,” jelas Dendi.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri , belum menerima surat permintaan dari tim 9, untuk menghentikan aktifitas yang kerap menganggu jalur lalu lintas dari Simpang jam ke Ocarina. Apalagi aktifitas belasan truk terbuka pengangkut tanah itu selalu dilakukan malam hari.

“Belum ada surat dari tim 9. Memang ada aktifitas dan kita sudah dapat laporan dari warga,” terang Zulhendri.

Menurut dia, Dishub sudah menegur perusahaan yang memiliki truk-truk tersebut agar beraktitas sesuai dengan ketentuan lalu lintas. Namun teguran itu tak digubris, yang ternyata masih ada aktiftas lalu lalang truk pengangkut tanah itu.

“Kita tak bisa menindak, hanya bisa menegur. Tindakan kita hanya razia dan itu dilakukan bersama polisi. Tempatnya pun tertentu seperti terminal dan itu tak bisa dilakukan malam hari,” pungkas Zulhendri. (she)

Respon Anda?

komentar