Anak Punk Ancam Bakar Warung Warga

968
Pesona Indonesia
Anak Punk yang berada di simpang lampu merah Jodoh ini meresahkan pengendara, Senin (13/6). Anak Punk ini meminta dengan cara memaksa kepada pengendara motor baik mobil. Pemerintah harus bertindak cepat menertibkan nak punk tersebut. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Anak Punk di simpang lampu merah  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan kelompok anak punk di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin meresahkan warga. Tak saja pengguna jalan yang merasa terganggu dengan aksi ngamen yang terkesan paksa, tapi sejumlah pedagang di kawasan pasar Fanindo juga dibuat resah oleh kelompok anak berandalan tersebut.

Kelompok anak punk yang kerap mangkal di komplek pasar Fanindo kerap meminta barang dagangan warga secara gratis dengan nada gertak layaknya preman. Jika pedagang tak memberi apa yang diminta, kelompok anak punk itu ancam akan membakar tempat usaha para pedagang tersebut. “Kemarin warung ibu-ibu itu yang jadi korban. Tapi untung ada anggota TNI di dekat warung jadi selamat ibu itu,” kata Jhoni salah satu pedagang di pasar Fanindo.

Anak Punk itu kata Jhoni mulanya datang ke warung makan di dekat pasar Fanindo. Kepada ibu pemilik warung, mereka minta nasi dan es teh. Namun karena ibu tersebut masih sibuk melayani pembeli lain, kelompok anak punk itu membentak dan meneror sang pemilik warung. “Cepat kasih nasi dan teh obeng, kalau tak kasih kubakar ni warung,” kata salah satu anak punk yang ditirukan Jhoni.

Mendengar ancaman dari kelompok anak punk itu, seorang anggota TNI yang berada tak jauh dari lokasi warung langsung mengusir kelompok anak punk tersebut. “Untung ada anggota TNI itu, kalau nggak kasian ibu itu,” kata Jhoni lagi.

Belian, pedagang lainnya menuturkan aksi pemalakan dilakukan anak punk itu sudah kerap terjadi belakangan ini. Sebab di lokasi pasar tersebut memang banyak ditemui kelompok anak punk. “Kalau malam dan siang hari di sini ngumpulnya. Kadang ngamen mereka di simpang Basecamp,” kata Belian.
Tidak saja mengusik warga dengan ancaman dan teror, tapi kelompok anak punk itu juga kerap membawa sepeda motor berknalpot racing ke kawasan perumahan dan mengganggu ketenangan warga di sekitarnya. “Kadang ikut kelompok geng motor juga mereka dan ngajak anak-anak usia sekolah untuk ikut sama mereka. Inikan sudah parah kalau tak ditertibkan,” kata Belian.

Untuk itu warga berharap agar aparat penegak hukum dan pihak pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar keberadaan anak punk yang meresahkan warga itu ditertibkan. “Kalau tak ditertibkan makin banyak nanti karena mereka terang-terang merekrut anggota anak punk yang baru, termasuk anak-anak usia sekolah,” kata Belian.

Kepala Dinas Sosial Kota Batam Kamarulzaman saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, wewenang penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) termasuk anak punk itu wewenang Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Batam. “Kalau kami hanya pembinaan kalau ditangkap,” kata Kamarulzaman.

Sementara itu kasat Pol PP Kota Batam, Hendri mengatakan, keluhan warga itu langsung ditanggapi pihaknya dengan langsung turun melakukan penertiban terhadap kelompok anak punk di gepeng di berbagai wilayah di kota Batam. “Mulai pagi tadi sudah bergerak anggota dan sampai siang ini (kemarin) sudah enam orang anak punk kami amankan,” kata Hendri.

Operasi penertiban gepeng dan anak punk itu akan dilakukan merata di seluruh wilayah kota Batam.”Selama Ramadan ini kami akan turun terus, anak punk, gepeng harus bersih dari jalan raya,” ujar Hendri. (eja)

Respon Anda?

komentar