Buntut Rusuh, 50 Suporter Rusia Akan Dideportasi, 5 Suporter Inggris Dipenjara

815
Pesona Indonesia
Fans sepakbola Rusia bentrok dengan fans sepakbola Inggris. Foto: guardian
Fans sepakbola Rusia bentrok dengan fans sepakbola Inggris. Foto: guardian

batampos.co.id – Pemerintah Prancis bersikap tegas menindaklanjuti bentrokan antara suporter Inggris dan Rusia di Marseille dalam beberapa hari terakhir.

Kerusuhan kedua kelompok suporter tersebut mencapai puncaknya saat kedua negara melakoni partai perdana mereka di Grup B Euro 2016, Minggu (12/6) kemarin.

Dilansir dari Reuters, sebanyak 50 pendukung Rusia bakal dideportasi karena diduga terlibat dalam bentrokan di Stade Velodrome, Marseille, venue laga Inggris vs Rusia.

Salah seorang pentolan suporter Rusia, Alexander Shprygin, mengatakan polisi antihuru hara Prancis telah menghentikan perjalanan fans Rusia ke Lille, tempat bakal berlangsungnya laga Rusia melawan Slovakia, Rabu (15/6) nanti.

“Mereka ingin mendeportasi hampir 50 orang, termasuk wanita yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa pun (kerusuhan),” ujar Shprygin.

Dia mengatakan, polisi mengadang mereka saat di dalam bus di Cannes. “Kami diblokir, tidak bisa kemana-mana. Kami menunggu Konsul,” tandasnya.

Sebelumnya dilaporkan juga, lima fans Inggris sudah dijatuhi hukuman penjara, karena terbukti terlibat dalam kekerasan dan kerusuhan di Marseille.

Terkait dengan kerusuhan suporter ini, UEFA juga sudah menjatuhkan denda kepada Rusia, dan ancaman diskualifikasi kepada timnasnya jika suporter mereka kembali berulah. (jpnn)

Respon Anda?

komentar