Empat Kali Bawa Ganja Ke Tanjungpinang, Suherman Ditangkap saat Tiba di Pelabuhan

591
Pesona Indonesia
Dua terdakwa penyelundup ganja saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias/batampos
Dua terdakwa penyelundup ganja saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias/batampos

batampos.co.id – Suherman bin Boiman (31), terdakwa kepemilikan narkotika jenis ganja sebanyak 19 kilogram ternyata sudah empat kali membawa barang haram tersebut ke Tanjungpinang. Hal tersebut terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (14/6) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Elyta Ras Ginting didampingi dua hakim anggota Iriati Choirul Ummah dan Jhonson Sirait, terdakwa mengatakan sebelum tertangkap juga pernah membawa ganja dengan jumlah besar ke Tanjungpinang.

“Pertama saya bawa 5 kg, kedua 10 kg, ketiga 5 kg dan terakhir ini yang 19 kilogram,” ujar terdakwa.

Dikatakan Suherman, ganja yang dibawanya tersebut seluruhnya didapat dari Mahmud, (DPO). Transaksi pun dilakukan dengan Mahmud di perbatasan Aceh di daerah Stabat.

“Mungkin ini nasib apes saya, makanya saya tertangkap pas membawa yang keempat kali,” kata Suherman.

Suherman mengatakan untuk yang keempat kali membawa ganja ia tidak sendirian. Ia saat itu bersama dengan Swandi Bin Misran (43), yang juga duduk dikursi pesakitan dan menjalani sidang terpisah.

“Ganja yang 19 kg ini rencananya akan saya berikan kepada Abdul Gani (DPO) dan juga terdakwa Pupung yang juga sedang menjalani persidangan,” sebut Suherman.

Sementara itu di tempat yang sama terdakwa Swandi mengatakan ia pada awalnya ke Kota Medan hanya untuk membeli ayam Bangkok di daerah Kota Lubu Pakam.

“Saya awalnya mau membeli ayam Bangkok tetapi karena ayam tersebut mahal dengan harga Rp 15 Juta dan uang yang saya bawa hanya Rp 5 Juta, jadi saya memutuskan untuk pulang ke Tanjungpinang bersama terdakwa Suherman,” ungkapnya.

Dikatakan Swandi, diperjalanan menuju Pelabuhan Dumai, ia disuruh oleh terdakwa Suherman untuk mengangkat tas yang berisi ganja dengan imbalan upah Rp 500 ribu.

“Sesampainya di Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, anggota BNN langsung menangkap kami yang Mulia disitu saya tahu bahwa kalau didalam tas itu adalah ganja,” kata Swandi.

Setela mendengar keterangan kedua terdakwa, ketua Majelis Hakim Elyta menunda persidangan selama dua pekan mendatang dengan agenda mendengarkan Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuri Prasetya SH.

Sekedar diketahui, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuri Prasetya mendakwa kedua terdakwa dengan dakwaan berlapis melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dalam dakwaan primer dan pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dalam dakwaan subsider.

Dalam uraian dakwaan, JPU juga menjelaskaann kedua terdakwa, ditangkap penyidik BNNP Provinsi Kepri, sekitar pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura, Rabu (24/2) lalu. Dari penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan, didapati dari tas kedua tersangka narkotika jenis ganja sebanyak 19 bungkus dengan berat 19,911 kilogram.

Dari pengakuan terdakwa, keduanya merupakan Warga Lubuk Pakam Medan dan membeli 19 Kg lebih narkotika jenis ganja itu dari seseorang bernama Mahmud (DPO) dan selanjutnya membawa barang haram itu, dari Medan ke Dumai menggunakan Ferry Dumai Exspress ke Tanjungpinang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar