Kata JPU, Jessica Bunuh Mirna karena Dendam Disuruh Putusin Pacarnya

1031
Pesona Indonesia
Jessica Kumala Wongso  tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin saat dipindahkan ke tahanan polda usai manjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Jessica Kumala Wongso tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin saat dipindahkan ke tahanan polda usai manjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Sidang perdana kasus pembunuhan Mirna dengan tersangka Jessica digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Rabu, (15/6/2016).

Dalam sidang ini, ada 10 jaksa yang merupakan gabungan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Sedangkan pihak Jessica menghadirkan 11 pengacara yang dipimpin Yudi Wibowo Sukinto dan Otto Hasibuan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardito Muwardi mengatakan bahwa motif pembunuhan adalah masalah dendam emosional masa lalu, saat Jessica dan korban Wayan Mirna Salihin berkuliah bersama di Billy Blue Collage di Australia.

“Korban Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga korban Mirna menasehati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal,” ujar dia di dalam persidangan.

“Ucapan korban Mirna tersebut ternyata membuat terdakwa marah serta sakit hati sehingga terdakwa memutuskan komunikasi dengan korban Mirna,” lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Ardito, Jessica menaruh dendam pada Mirna. Karena arahan itu, Jessica memilih putus dengan pacarnya.

“Terdakwa mengalami beberapa peristiwa hukum yang melibatkan pihak kepolisian Australia, sehingga membuat terdakwa semakin tersinggung dan sakit hati kepada korban Mirna, sehingga untuk membalas sakit hatinya tersebut, terdakwa merencanakan untuk menghilangkan nyawa korban Mirna,” ujar dia.

Masih kata JPU, usai sakit hati dengan Wayan Mirna Salihin, terdakwa kasus kopi beracun Jessica Kumala Wongso langsung merencanakan membunuh Mirna.

Menurut dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, setelah sempat memutus komunikasi dengan Mirna karena sakit hati atas ucapan Mirna yang menyuruhnya putus dengan sang pacar, Jessica pun kembali menjalin komunikasi dengan Mirna.

Perempuan berambut panjang ini, kata JPU, sengaja melakukan itu buat melancarkan niatnya menghabisi nyawa Mirna.

“Untuk mewujudkan rencananya itu, terdakwa berusaha menjalin kembali komunikasi dengan Korban Mirna melalui aplikasi WhatsApp pada tanggal 5 Desember 2015,” ujar JPU Ardito Muwardi.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan Jessica saat dalam perjalanan dari Australia ke Indonesia, namun saat itu tidak mendapatkan jawaban dari korban Mirna.

“Kemudian terdakwa tiba di Indonesia pada tanggal 6 Desember 2015 dan pada tanggal 7 Desember 2015 terdakwa berusaha kembali menghubungi Kkorban Mirna melalui WA untuk memberitahukan keberadaan terdakwa di Jakarta dan terdakwa mengajak korban Mirna untuk bertemu,” terusnya.

Setelah itu, terusnya, terjadilah pertemuan pertama antara terdakwa dengan korban Mirna beserta suami korban yaitu, saksi Arief Setiawan Soernarko (Saksi Arief) di salah satu restoran di daerah Jakarta Utara.

Setelah pertemuan itu, kata dia, terdakwa sangat aktif menghubungi korban Mirna melalui WA, kemudian pada tanggal 15 Desember 2015, Terdakwa meminta agar korban Mirna membuat Group WhatsApp (WA) yang beranggotakan terdakwa, korban Mirna dan Hani.

“Dengan mengatakan ”Eh bikin grup chat sama Hanie and me dong”, dan atas permintaan terdakwa itu, korban Mirna membuat Group WA dengan nama BILLY BLUE DAYS yang beranggotakan terdakwa, korban Mirna, saksi Hani, dan saksi Vera,” terusnya.

Dari situ munculah pembicaraan yang berujung ajakan nongkrong di kafe Olivier.

Belakangan diketahui kalau di tempat inilah Mirna tewas setelah menenggak kopi berisi racun sianida.(Mg4/jpnn/elf/JPG)

Respon Anda?

komentar