Keluarkan Pistol Saat Tangkap Penipu, Pengusaha Batam Amat Tantoso Diperiksa Polisi

2303
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pengusaha valuta asing (valas) Batam, Amat Tantoso, akhirnya diperiksa polisi, sejak Selasa (14/6/2016) terkait aksinya yang mengeluarkan pistol saat menangkap pelaku kriminal hipnotis money changer asal Cina yang beraksi di BCS Mall beberapa waktu lalu.

Rekaman video Amat menjepit leher WN Cina sambil mengeluarkan pistol kemudian menyebar di jejaring sosial. Tak sedikit netizen meminta Amat diperiksa karena memiliki pistol, sementara dia seorang sipil. Ada juga yang menilai Amat melanggar UU darurat karena sipil sudah tidak dibenarkan lagi memiliki senjata api.

Baca Juga: Senpi Amat Tantoso Diamankan di Polda, Dijerat UU Darurat? Ini Kata Memo

Posmetro melansir, Amat diperiksa sekitar tiga jam oleh unit Jatanras Polresta Barelang. Kanit Jatanras Polresta Barelang, Ipda Afuza Edmond membenarkan pemeriksaan tersebut. Menurutnya Amat Tantoso diperiksa perihal kepemilikan senjata api.

“Pemeriksaan diakukan untuk mempertanyakan untuk apa senjata api itu. Dan dari keterangannya, senjata tersebut digunakan untuk membela diri,” jelas Afuza.

Amat Tantoso melakukan kesalahan karena menenteng-nenteng pistol berpeluru karet tersebut di hadapan masyarakat banyak.

Jika izin senjata yang dimiliki adalah untuk membela diri, kata Afuza, seharusnya senjata itu harus disimpan di dalam mobil. “Jangankan menenteng, taruh di pinggang saja tidak boleh,” tegas Afuza.

Hal senada juga diutarakan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Memo membenarkan jika Amat Tantoso mengaku mengantongi izin kepemiikan senjata api tersebut untuk membela diri.

“Pemeriksaan ini terkait beredarnya video penangkapan penipuan money changer,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, polisi juga akan memintai keterangan dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) terkait keaktifan Amat Santoso dalam organisasi tersebut.

Saat ini, senjata api milik Amat Tantoso sudah disita untuk sementara waktu oleh Polda Kepri. “Senjata apinya dititipkan di Polda Kepri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Amat Tantoso kepada Posmetro (grup batampos.co.id)mengaku membawa senjata api karena mendapat kabar jika Money Changer-nya dibobol oleh warga Cina. Khawatir jika orang asing itu bersenjata, ia pun membawa senjata apinya untuk berjaga-jaga. “Bukan untuk sok-sokan,” katanya beberapa waktu lalu. (ddt/posmetro)

Respon Anda?

komentar