Mengenal Sosok Tito Karnavian, Jagoan Jokowi Jadi Kapolri

878
Pesona Indonesia
Kepala BNPT yang baru dijabat Irjen Pol Tito Karnavian (kiri). Foto: Foto: Raka Denny/Jawapos
Kepala BNPT yang baru dijabat Irjen Pol Tito Karnavian (kiri). Foto: Foto: Raka Denny/Jawapos

batampos.co.id РJokowi sudah memantapkan pilihannya pada Komjen Tito Karnavian untuk menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Bahkan, surat yang dikirimkan Jokowi ke DPR RI hanya menyebutkan nama Tito, tak ada nama lain. Lalu seperti apa sosok Tito?

Yap, Tito kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasiona Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tito sudah memiliki sederet prestasi. Terutama dalam penangkapan berbagai kasus terorisme di Indonesia.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan 26 Oktober 1964, karir Tito mulai mentereng pada 2001. Ketika itu, pria kelahiran Palembang 51 tahun silam tersebut dipercaya memimpin Tim Kobra.

Sebagaimana dilansir Wikipedia, tim ini merupakan bentukan Mabes Polri yang bertujuan menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mantan Presiden Soeharto. Tommy ketika itu diburu lantaran terjerat kasus dugaan pembunuhan hakim agung Syaifudin.

Tito sendiri sukses membekuk Pangeran Cendana-julukan Tommy- di tahun 2001. Pangkatnya ketika itu masih AKBP alias melati dua.

Tiga tahun berselang, Tito dipercaya memimpin tim Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya yang terdiri dari 75 personel Polri.

Unit antiteror ini dibentuk tahun 2004 oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani. Tujuannya membongkar jaringan terorisme di Indonesia.

Setahun berikutnya, tepatnya pada 2005, Tito dan timnya berhasil melumpuhkan kelompok teroris Dr Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Ia turut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Kombes Pol.

Ia juga mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Idham Azis, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel, dkk.

Sementara pada 2007, Tito yang tergabung ke dalam Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap puluhan tersangka yang masuk dalam DPO kasus Poso di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007.

Tito dan sejumlah perwira Polri lainnya juga sukses membongkar konflik Poso dan meringkus orang-orang yang terlibat di balik konflik tersebut.

Puncaknya terjadi pada 2009. Tito termasuk perwira yang bergabung dalam tim penumpasan jaringan terorisme pimpinan Noordin Mohammad Top tahun 2009.

Pada perjalanan karirnya berikutnya, melalui TR (telegram rahasia) Kapolri 14 Maret 2016, Tito diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Komjen Polisi Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.

Sebelumnya Tito Karnavian diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya. Dia juga tercatat sebagai Angkatan Akabri 1987 pertama yang mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga. (mam/JPG)

Respon Anda?

komentar