Pol PP Kota Batam Razia Anak Punk

1096
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kasat Pol PP Kota Batam, Hendri mengatakan, keluhan warga tentang kelompo anak punk langsung ditanggapinya dengan langsung turun melakukan penertiban terhadap kelompok anak punk di berbagai wilayah di kota Batam.

“Mulai pagi tadi sudah bergerak anggota dan sampai siang ini (kemarin) sudah enam orang anak punk kami amankan,” kata Hendri.

Operasi penertiban gepeng dan anak punk itu akan dilakukan merata di seluruh wilayah kota Batam.

“Selama Ramadan ini kami akan turun terus, anak punk, gelandangan harus bersih dari jalan raya,” ujar Hendri.

Keberadaan anak punk di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memang makin meresahkan warga. Mereka kerap memalak warga sampai memberikan ancaman.

Anak punk sering berkeliaran di wilayah pasar dan meminta makan kepada pedagang dengan cara kasar.

Kelompok anak punk yang kerap mangkal di komplek Pasar Fanindo kerap meminta barang dagangan warga secara gratis dengan nada gertak layaknya preman. Jika pedagang tak memberi apa yang diminta, kelompok anak punk itu ancam akan membakar tempat usaha para pedagang tersebut.

“Kemarin warung ibu-ibu itu yang jadi korban. Tapi untung ada anggota TNI di dekat warung jadi ibu itu selamat,” ujar Jhoni, salah seorang pedagang di pasar Fanindo, Rabu (15/6).

Anak Punk itu ke warung makan di dekat Pasar Fanindo dan meminta nasi dan es teh kepada ibu pemilik warung.

“Cepat kasih nasi dan teh obeng (es teh, red), kalau tak kasih kubakar nih warung,” ungkap Joni menirukan perkataan satu anak punk itu.

Belian, pedagang lainnya juga merasakan aksi pemalakan dari anak punk.

“Kalau malam dan siang hari di sini ngumpulnya. Kadang ngamen mereka di simpang Basecamp,” kata Belian.

Tidak saja mengusik warga dengan ancaman dan teror, tapi kelompok anak punk itu juga kerap membawa sepeda motor berknalpot racing ke kawasan perumahan dan mengganggu ketenangan warga di sekitarnya.

“Kadang ikut kelompok geng motor juga mereka dan ngajak anak-anak usia sekolah untuk ikut sama mereka. Inikan sudah parah kalau tak ditertibkan,” kata Belian.

Tak hanya di Sagulung, di Nagoya-Jodoh gerombolan anak punk juga meresahkan pengendara. Mereka berkumpul di lampu merah. (eja/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar