Polda Sumbar Tangkap Penambang Emas Liar

725
Pesona Indonesia
Suasana tambang emas tradisional di Solok, Sumatera Barat. Aktivitas ini dinilai merusak lingkungan. Foto: istimewa/http://energitoday.com
Suasana tambang emas tradisional di Solok, Sumatera Barat. Aktivitas ini dinilai merusak lingkungan. Foto: istimewa/http://energitoday.com

batampos.co.id – Penambangan emas ilegal marak di di Solok, Sumbar. Menyikapi hal itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Barat bergerak cepat. Mereka menangkap pelaku penambangan ilegal di dua lokasi berbeda di Kabupaten Solok Selatan pada Kamis (9/6/2016).

“Ada laporan masyarakat yang masuk ke Ditreskimsus Polda Sumbar setalah itu kita langsung melakukan penyelidikan ke lokasi,” kata Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi di Padang, Selasa (14/6/2016).

Dia mengatakan sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi pertama di Kawasan Aliran Sungai Kampung Baru, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, petugas berhasil mengamankan empat pelaku.

“Saat itu mereka sedang melakukan penambangan emas tanpa memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),” kata dia.

AKBP Syamsi mengatakan para pelaku berinisial J, 38, MI, 30, W, 25, dan MH, 25, memainkan berbagai macam peran mulai dari pengelola hingga operator ekstravator.

“Setelah mengamankan pelaku petugas juga ikut menemukan barang bukti satu unit excavator, selang spiral panjang dua meter, tiga karpet ukuran 1 meter x 50 cm dan enam jerigen,” terang Syamsi.

Sementara di lokasi kedua di Aliran Sungai Pulau Sopan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, petugas berhasil mengamankan enam pelaku dengan kasus yang sama.

“Para pelaku berinisial AJ, 39, MS, 31, AB, 27, MH, 20, M, 23, dan FA, 19, selain itu kita juga memgamankan barang bukti satu unit excavator, 12 jerigen, dan 17 lembar karpet warna hijau berbagai ukuran,” jelas dia.

AKBP Syamsi menyatakan para pelaku akan dikenakan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara junto pasal 55 ayat 91 ke 1 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Hingga kini kita masih melakukan penyelidikan kasus penambangan ilegal, kita akan terus memantau para penambang ilegal yang beroperasi di Sumbar ini,” tegas Syamsi. (antara)

Respon Anda?

komentar