Prancis vs Albania, Deschamps Dihantui Hasil Buruk Laga Uji Coba

637
Pesona Indonesia
Skuad EURO 2016 Prancis di Grup A. Foto: @UEFAEURO/twitter
Skuad EURO 2016 Prancis di Grup A. Foto: @UEFAEURO/twitter

batampos.co.id – Menyebut Albania bagi Didier Deschamps, ingatannya langsung tertuju pada titik terendahnya selama menduduki kursi entraîneur timnas Prancis sejak 2012.

Deschamps tidak akan pernah lupa saat menjadi pecundang di depan tim sekecil Albania dalam laga uji coba di Elbasan, 13 Juni tahun lalu.

Shqiponjat –julukan Albania– pun menjadi negara Eropa terlemah yang mampu mengalahkan Prancis di era Deschamps.

Nah, pertemuan kembali kedua negara tersebut pada matchday kedua Grup A Euro 2016  di Stade Vélodrome, Marseille, dini hari nanti momentum yang tepat bagi Didi -sapaan akrab Deschamps– untuk menghapus noda di Elbasan itu.

Sekaligus, memastikan satu kaki Les Bleus –julukan Prancis– untuk meloloskan diri dari fase grup ini. ”Dan, kami yang akan lolos dulu,” koar bomber Prancis Olivier Giroud dalam wawancaranya sebagaimana dikutip dari AFP. Di atas kertas, hanya dengan mengalahkan Albania-lah harapan Giroud dan Prancis itu bisa terealisasi.

Apabila mengemas enam poin dalam dua matchday, maka pada laga terakhir bukan lagi target harus menang berada di pundak Hugo Lloris dkk. Apapun hasil akhir dari laga antara Rumania kontra Swiss beberapa jam sebelumnya tidak akan berdampak apapun dengan kelolosan Prancis ke babak 16 Besar.

Minimal pada laga terakhir Grup A melawan Swiss di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq, Senin dini hari mendatang WIB (20/6/2016) Prancis hanya perlu mengamankan hasil imbang saja.

Skenario ini bergantung dari kemampuan Prancis meredam perlawanan Albania. Giroud menyebut Albania pun punya potensi menyulitkan Prancis seperti Rumania pada laga pertama lalu (11/6/2016).

Khususnya dari kekuatan defense-nya. Dengan bermain 10 pemain, Swiss sudah dibuat merasa frustasi dan banyak membuang peluang dari 15 kali tembakannya. Lantas, bagaimana dengan Prancis? Menurut Giroud, Prancis sudah belajar dari kesalahan.

”Saya yakin, tim ini terus membaik, lebih baik lagi,” sebut bomber Arsenal itu.

”Itu juga berlaku untuk saya sendiri. Untuk apa saya membuang waktu menjawab orang-orang pengkritik. Yang penting feeling saya sekarang jauh lebih baik dan lebih konfiden. Silakan Anda terus mengkritik saya, toh saya bisa lebih baik begitu saya tertekan,” lanjut Giroud. Saat melawan Rumania, Giroud mencetak satu gol dari empat kali tembakannya.

Giroud tidak bisa disalahkan atas susahnya Prancis menembus defense Rumania. Tapi posisi di belakangnya yang perlu diperbaiki. Itulah yang menjadi concern Deschamps. Dalam laporan L’Equipe, Deschamps bakal melakukan perubahan besar untuk lini serangnya.  Termasuk memasukkan Anthony Martial dan Kingsley Coman dalam daftar tunggu sebagai starter.

Martial dan Coman bakal menjadi starter begitu Deschamps mengubah formasi pakemnya dari 4-3-3 jadi 4-2-3-1. Itu terlihat dari sesi latihan Prancis di Clairefontaine, Paris, Senin malam kemarin waktu setempat (13/6). Masuknya nama Martial dan Coman bakal menggeser Antoine Griezmann dan Paul Pogba dari daftar starter.

Dengan formasi 4-2-3-1, maka Martial dan Coman masing-masing mengisi posisi kedua sayap Prancis. Sementara Dimitri Payet akan dimainkan di belakang Giroud. Bukan hanya menguji formasi 4-2-3-1, Deschamps juga tetap mematangkan persiapan dengan formasi 4-3-3 andalannya dan masih ada nama Pogba dan Griezmann di dalamnya.

Namun, melihat dari tren Prancis selama dinahkodai mantan pelatih Juventus dan Olympique De Marseille itu akhir-akhir ini, formasi 4-2-3-1 hanya akan menjadi opsi cadangan. Deschamps tidak akan berani memaksakan formasi baru 4-2-3-1 kepada pemainnya dalam laga yang krusial seperti di laga kali ini.

Berkaca dari pengalaman di matchday pertama, Pogba dan Griezmann disebut sebagai salah satu simpul lemah Prancis saat menyerang. Pogba misalnya. Selain cuma mencatatkan sekali dribble sukses, statistik Whoscored menyebut hanya 83,3 persen akurasi passing pemain yang masih terikat kontrak dengan Juventus itu.

Setali tiga uang dengan Grizzi – sapaan akrab Griezmann. Digadang-gadang ikut menyumbang satu gol awal Prancis di Euro 2016, pemain Atletico Madrid tersebut malah tidak berkutik melawan penjagaan ketat defense Rumania. Selain tidak melakukan satu pun tembakan tepat sasaran dari tiga kali tembakan sepanjang laga, Griezmann juga hanya melakukan 26 sentuhan bola selama 65 menit bermain.

”Saya harap dari evaluasi di balik kemenangan pertama kemarin memberikan gambaran bagi kami bagaimana memainkan permainan kami yang sebenarnya dalam laga berikut, tunggu saja,” koar bek tengah Prancis yang bermain di Sevilla, Adil Rami, sebagaimana yang dikutip dari World Soccer Talk.

Bagusnya, Giroud dkk menantang Albania yang sedang kehilangan salah satu pemain vitalnya di lini pertahanan. Ya, itu tidak lepas dari kartu merah yang didapatkan oleh kaptennya Loric Cana di matchday pertama lalu. Padahal, di antara pemain back four-nya, Cana-lah yang punya jam terbang untuk menghadapi bomber-bomber papan atas Eropa di Prancis.

Dikutip dari ANSA, Gianni De Biasi mengaku tidak takut dengan pressure tuan rumah. Pelatih berkebangsaan Italia itu mengklaim bukan faktor Elbasan saja yang menjadi kekuatan di balik magis anak asuhnya. Di Prancis pun Etrit Berisha dkk juga bisa. ”Ingat, di Rennes tahun 2014 lalu kami bisa menahan mereka 1-1,” kenang De Biasi, dikutip dari Tuttomercatoweb.

”Tenang saja, besok (dini hari nanti) kami akan bermain melawan mereka dengan tanpa rasa takut,” koar pelatih yang berusia 59 tahun itu. Tanpa Cana, De Biasi tidak melakukan perubahan lain kecuali hanya memasukkan nama penggantinya. Posisi Cana misalnya. De Biasi menggeser Burim Kukeli yang posisi aslinya sebagai defensive midfielder.

Di luar pergantian itu, disinyalir akan ada perubahan di sisi tengah ke depan Albania. Posisi sayap kanan yang sebelumnya diberikan kepada Odise Roshi akan beralih ke tangan Andi Lila. Nah, yang jadi pertanyaan posisi apakah Lila biasa bermain? Sama seperti Kukeli, Lila juga bermain di posisi defensive midfielder.

ESPN menyebut, keputusan De Biasi memasukkan nama Lila di posisi sayap kanan ini tidak untuk posisi menyerang. Sebaliknya, Lila dimasukkan untuk menjadi penetral serangan yang bakal dilakukan Payet. ”Satu hal yang tidak boleh dilupakan, jangan sampai kami telat respon seperti laga kemarin. Kami butuh awal yang bagus,” tegas De Biasi. (ren/jpgrup)

Respon Anda?

komentar