PT Pelabuhan Kepri Tak Sanggup Kelola MV Lintas Kepri jika Tanpa Subsidi

964
Pesona Indonesia
MV Lintas Kepri saat peresmian tahun lalu. foto:jailani/batampos
MV Lintas Kepri saat peresmian tahun lalu. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pelabuhan Kepri,Kapten Muhammad Jauhari mengaku tidak mampu untuk mengelola MV. Lintas Kepri milik Pemerintah Provinsi Kepri, jika tanpa subsidi. Pasalnya jalur yang akan dilewati merupakan rute-rute kurus.

“Kalau kita diserahkan untuk mengelola MV. Lintas Kepri, tanpa adanya bantuan subsidi. Sudah tentu tidak mampu, dengan melihat kemampuan anggaran yang ada” ujar Kapten Jauhari usai bertemu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/6).

Menurut Kapten Jauhari, rute yang akan dilayar MV. Lintas Kepri merupakan rute kurus. Artinya, tingkat pengguna jasa lebih kecil. Kondisi ini, juga yang membuat pihaknya tidak berani untuk melakukan pengelolaan, tanpa adanya subsidi. Apalagi setiap tahunnya harus menjalani perawatan.

“Melihat kondisi sekarang ini, ya lebih baik dikelola oleh pihak operator yang memang sudah punya kekuatan finansial. Selain itu juga punya tempat perawatan sendiri,” papar Jauhari.

Dikatakannya juga, dalam hal ini, Gubernur Kepri tidak menginginkan pengelolaan MV. Lintas Kepri menggunakan sistem subsidi. Karena kebijakan tersebut, hanya membebani daerah. Bagaimana kebijakan selanjutnya, saat inikan masih dipelajari oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri.

“Solusi terbaiknya saat ini didiskusikan oleh Dishub Kepri. Tujuan dari pengadaan kapal tersebutkan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi persoalan rentang kendali,” tutup mantan GM Pelindo, Pelabuhan Kijang tersebut.

Sebelumnya, Mv. Lintas Kepri, kapal cepat milik Pemprov Kepri terancam berkarat jika tidak segera dioperasikan. Pasalnya, kapal produksi PT. Palindo Batam tersebut hampir habis masa pemeliharaanya. Kapal senilai Rp 25,9 miliar tersebut telah selesai dikerjaan PT. Palindo Batam selaku kontraktor sejak Desember 2015 lalu. Artinya, jika masa pemeliharaannya enam bulan, maka akan berakhir pada bulan ini.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar