Satu Peserta Tak Hadir, Badan Pengawas PDAM Karimun Tinggal Calon Tunggal

457
Pesona Indonesia
Bupati Karimun Aunur Rafiq melantikan Dirut BUP dan Pengawas, serta Dirut PDAM Tirta Karimun. foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun Aunur Rafiq melantikan Dirut BUP dan Pengawas, serta Dirut PDAM Tirta Karimun. Saat  ini pansel kembali menyeleksi Badan Pengawas untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusda Karimun dan PDAM Tirta Karimun foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Panitia seleksi (Pansel) yang bekerja untuk memiliih calon badan pengawas (BP) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusda Karimun dan PDAM Tirta Karimun telah selesai melakukan seleksi dengan tahapan tes kepatutan dan kelayakan.

”Memang pelaksanaaan tahapan-tahapan seleksi sudah selesai. Sesuai dengan daftar yang telah dinyatakan lulus untuk tes seleksi ada 6 orang. Yakni, 4 calon untuk BP Perusda dan 2 orang untuk PDAM Tirta Karimun. Hanya saja, untuk calon BP PDAM Tirta Karimun satu orang calon dinyatakan gugur. Hal ini disebabkan pada saat pelaksanaan tes yang kedua peserta tidak hadir,” ujar Kepala Bagian Ekonomi Kantor Bupati Karimun, Herwansyah,Selasa (14/6).

Tim Pansel sebagai pelaksana kegiatan pengujian terhadap para calon, kata Herwansyah, sempat menunggu satu orang calon tersebut. Hanya saja, setelah ditunggu dan tidak datang. Akhirnya, diputuskan bahwa peserta tersebut gugur, karena tidak hadir dan memenuhi seleksi yang telah disiapkan oleh panitia. Otomatis, peserta untuk BP PDAM hanya tinggal satu orang. Untuk itu, hal ini perlu disampaikan ke Bupati Karimun apakah ada arahan yang perlu dilakukan terkait calon tunggal.

”Tes untuk BP Perusda dan PDAM Tirta Karimun memang sudah selesai. Kita akan melapor ke Bupati Karimun. Khususnya calon BP PDAM yang hanya tinggal satu orang. Apakah perlu dilakukan seleksi ulang atau tidak maka itu tergantung keputusan dari Bupati Karimun. Yang jelas, keputusan ada di tingan pimpinan dan tentunya berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan,” ungkapnya.

Dikatakan Herwansyah, belum dapat dipastikan siapa yang akan terpilih. Yang jelas, siapa pun yang terpilih memiliki tugas yang tidak mudah. Sebab, pengawasan yang akan dilakukan adalah di perusahaan yang berorientasi mencari keuntungan. Bukan pengawasan di perusahaan yang bergerak di bidang sosial. Selain itu, juga harus memapu untuk menjadi perusahaan yang diawasi sehat, yakni memberikan keuntungan untuk perusahaan dan kontirbusi untuk PAD. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar