Senpi Amat Tantoso Diamankan di Polda, Dijerat UU Darurat? Ini Kata Memo

1198
Pesona Indonesia
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian menjelaskan dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) pengusaha valuta asing (valas) Amat Tantoso yang ia keluarkan saat menangkap pelaku penipuan modus hipnotis di money changer-nya beberapa waktu lalu, belum bisa langsung dikenakan undang-undang darurat, karena memiliki izin.

“Pemanggilan itu kita tanyakan, apakah senjata api itu di pergunakan untuk bela diri, untuk olahraga, atau gaya-gayaan saja. Pemanggilan ini terkait masalah administrasinya,” ujar Memo, Rabu (15/62016).

Baca Juga: Keluarkan Pistol Saat Tangkap Penipu, Pengusaha Batam Amat Tantoso Diperiksa Polisi

Untuk izinnya sendiri, Memo menjelaskan Amat mengantongi izin sampai tahun depan. “Izinnya itu mulai dari 14 April 2016 sampai 17 juni 2017,”  sebutnya.

Selain menanyakan terkait masalah administrasi dari senpi yang digunakan oleh Amat Tantoso, jajaran Satreskrim Polresta Barelang juga melakukan pemeriksaan kepada Perbakin maupun saksi yang berada di lokasi saat itu.

“Kita juga menanyakan sama Perbakin dan petugas keamanan yang berada di sana,” lanjut Memo.

Sedangkan untuk senpi milik Amat Tantoso sendiri saat ini sudah diamankan di Mapolda Kepri.

“Senjata api yang digunakannya itu jenis senpi peluru karet. Dari pengakuannya untuk membela diri. Tapi kita juga perlu klarifikasi oleh yang bersangkutan, makanya diperiksa,” ujar Memo. (eggi)

Respon Anda?

komentar