Warga Daik Keluhkan Buruknya Sinyal Telkomsel Sepekan Ini

2458
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Daik, mengeluhkan buruknya pelayanan provider Telkomsel sejak sepekan belakangan. Gangguan jaringan yang terjadi mengakibatkan komunikasi warga baik melakukan panggilan telpon, SMS maupun penggunaan paket data internet terganggu, Selasa (14/6).

Informasi yang berhasil diperoleh koran ini, sejak sepekan belakangan cuaca mendung ditambah petir dan kilat yang sering terjadi diduga menjadi sebab gangguan jaringan telekomunikasi. Sementara Telkomsel, menjadi satu-satunya provider terbesar yang digunakan warga Kabupaten Lingga. Beberapa waktu lalu dari warga mengatakan saat petir kuat terjadi diduga menyambar tower yang berada di Jalan Robat. Hal ini diduga menjadi penyebab buruknya pelayanan Telkomsel.

“Sudah beberapa hari belakangan ini signalnya gangguan. Sulit mengakses internet. Telpon dan SMS juga sering terganggu,” kata Ardy salah seorang warga Daik yang mengeluhkan kondisi ini.

Sebagai pengguna provider Telkomsel sejak 5 tahun terkahir, kata Ardy memang gangguan kerap terjadi. Namun tidak pernah berlangsung lama hingga sepekan. “Kali ini cukup lama. Kita yang kerja menggunakan internet, mendapat informasi benar-benar terganggu,” timpalnya.

Sementara itu, Putra, warga lainnya juga mengeluhkan kondisi jaringan telekomunikasi Telkomsel ini. Kondisi terparah jelasnya terjadi saat malam hari. Bahkan sinyal sering hilang.

“Sinyal sering hilang, padahal di tempat saya tidak jauh dari tower dan di pusat Ibukotanya. Tapi sinyalnya kok begini,” tutur Putra di Daik.

Diera seperti ini, kata Putra lagi, telekomunikasi menjadi urat nadi yang praktis. Kebutuhan dan perannya begitu besar dan sangat perlu segera ditanggapi pihak penyedia layanan dengan memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen.

“Biasa gangguan hanya sebentar. Kalau ini sudah cukup lama tapi kenapa tidak juga diperbaiki ya. Sebagai pelanggan, kita butuh pelayan terbaik. Segeralah diperbaiki,” pintanya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar