DKP Usahakan Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan Masuk APBNP 2016

1856
Pesona Indonesia
Nelayan Kijang membawa perlengkapan menangkap ikan (bubu) melintasi Pelabuhan Sribayintan hendak menuju laut lepas, di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos
Nelayan Kijang membawa perlengkapan menangkap ikan (bubu) melintasi Pelabuhan Sribayintan hendak menuju laut lepas, di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan, Elizar Juned mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan sedang mengusahakan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk nelayan seluruh Kabupaten Bintan tahun ini. TPI yang diprogreskan akan dilaksanakan di atas lahan 10 Hektare (Ha) di Desa Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBNP) 2016 sebesar Rp 100 miliar.

“Kami sedang usahakan pembangunan TPI ini masuk ke dalam pembahasan di APBNP tahun ini. Jika tak masuk, kami akan kembali usahakan untuk masuk ke dalam APBN 2017 mendatang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/6).

Setiap tahunnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk mendukung sektor perikanan di seluruh Indonesia. Kesempatan ini yang dimanfaatkan Pemkab Bintan untuk pembangunan TPI dengan mengusulkannya melalui APBNP tahun ini sebesar Rp 100 miliar. Jika disetujui, dalam kawasan TPI ini juga akan dibangun pelabuhan nelayan, pabrik es, bengkel, tempat pelayanan kelistrikan dan air bersih. Dengan fasilitas yang lengkap semua ini dipastikan pelaksanaan atau aktivitas nelayan serta perputaran uang akan meningkat.

Untuk mendukung agar pembangunan TPI itu terealisasikan, lanjutnya, Pemkab Bintan sudah melakukan pembebasan lahannya sejak tahun lalu. Bahkan sudah memenuhi segala persyaratannya yaitu melakukan uji kelayakan tempat atau Detail Engenering Desigen (DED), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan lainnya.

“Jadi semua persyaratan sudah kita penuhi. Jika nominal yang diajukan disetujui, maka TPI yang kita punya merupakan terlengkap dan terbesar se Sumatera,” katanya.

Keuntungan apa yang bisa didapat dengan adanya TPI? Elizar menjelaskan hasil ikan tangkap nelayan Bintan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Diantaranya 2012 lalu, hasil ikan tangkap yang berhasil diraup nelayan se Bintan sebanyak 41.228 Ton dan untuk 2013 hasil ikan tangkap sebanyak 49.339 Ton. Berikutnya, 2014 ikan tangkap mencapai 60.242 Ton serta paxa 2015 ikan tangkap tembus diangka 71.397 Ton. Semua itu terjadi karena dukungan pemerintah yang selalu memberikan bantuan baik kapal, alat tangkap hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Tapi semua itu bisa menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan lokasi pendistribusiannya atau tempat penjualannya yaitu TPI. Karena lebih menguntungkan jika ikan hasil tangkap itu dijual melalui TPI dibandingkan sama pengepul ikan.

“Dengan adanya TPI akan menguntungkan nelayan dan pemerintah. Karena mempermudah nelayan menjual ikan hasil tangkapannya. Bahkan nelayan diuntungkan karena harga satuannya lebih tinggi jika dibandingkan menjual ke pengepul atau toke. Pastinya dengan semua itu perputaran uang juga akan lebih tinggi di wilayah Bintan dan kesetabilan harga ikan ini bisa terus terakomodir dengan baik,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar