Dua Pencuri Ditangkap Polisi, Polisi Sita Berbagai Macam Gadget

679
Pesona Indonesia
Plh Wakapolsek Meral Iptu Ribut bersama Kanit Reskrim Polsek Meral, Aiptu Hendriansyah sedang menunjukkan barang bukti hasil pencurian yang disita dari dua tersangka. foto:sandi/batampos
Plh Wakapolsek Meral Iptu Ribut bersama Kanit Reskrim Polsek Meral, Aiptu Hendriansyah sedang menunjukkan barang bukti hasil pencurian yang disita dari dua tersangka. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Unit Reskrim Polres Meral menangkap dua orang pemuda, masing-masing Rama dan Edi. Dua tersangka yang ditangkap ini karena melakukan tindak pidana pencurian yang dilakukan di wilayah hukum Polsek Meral.

”Penangkapan terhadap Rama dan Edi kita lakukan secara terpisah dan juga kejahatan yang dilakukannya tidak bersama-sama. Tersangka Rama spesialis pencurian yang masuk dengan cara membuka jendela rumah korbannya. Dari laporan korban dan juga yang kita sesuai dengan keterangan sementara dari tersangka bahwa sudah tujuh rumah di Kelurahan Sei Pasir yang menjadi sasaran pencurian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Meral, Aiptu Hendriansyah, Rabu (15/6).

Dari tangan tersangka Rama, katanya, polisi berhasil menyita 6 unit ponsel berbagai merek, 3 unit tablet komputer, dua unit laptop dan satu unit kamera digital. Barang bukti ini ditemukan masih disimpan tersangka di dalam rumah kontrakannya. Selain mengambil barang-barang yang mudah dibawa, tersangka juga mengambil sejumlah uang tunai. Hanya saja, uang tunai sudah habis digunakan tersangka.

Sementara itu, tersangka Edi ditangkap karena melakukan tindak pencurian di rumah Gustiani yang terletak di Perumahan PT KG pada Selasa (14/6) dini hari. ”Tersangka Edi nekat mengambil mesin cuci yang diletakkan korban di belakang rumah. Ketika itu, mesin cuci masih ada pakaian di dalamnmya. Untuk mempermudah, tersangka membuang seluruh pakaian yang ada di dalamnya. Kemudian, dinaikkan ke atas sepeda motor yang digunakan. Perbuatan tersangka ini diketahui oleh warga dan melaporkan ke polisi,” jelasnya.

Tersangka Rama kepada koran ini secara terpisah menyebutkan, bahwa dia belum lama datang ke Karimun dan memang berencana untuk mencari pekerjaan. ”Tapi, setelah dua bulan di Karimun pekerjaan tak kunjung saya dapatkan. Sementara, saya butuh makan dan membayar sewa untuk tempat tinggal. Akhirnya, mengambil jalan pintas. Rumah yang saya masuki sebagian besar tetangga di lingkungan tempat tinggal saya,” katanya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar