Gubernur Tokyo Yoichi Masuzoe Mundur

395
Pesona Indonesia
Yoichi Masuzoe, Gubernur Tokyo. Foto: ctvnews.ca
Yoichi Masuzoe, Gubernur Tokyo. Foto: ctvnews.ca

batampos.co.id – Tudingan berfoya-foya menggunakan uang negara membuat Gubernur Tokyo, Yoichi Masuzoe, memilih mundur dari jabatannya, Rabu (15/6/2016).

Pria 67 tahun itu mengumumkan keputusannya hanya beberapa jam sebelum dewan kota mengambil suara terkait dengan mosi tidak percaya terhadap dirinya.

Mundurnya sang gubernur mengharuskan pemilihan kembali. Namun pemilihan gubernur yang baru dilakukan paling cepat Juli 2016.

’’Kami diberitahu oleh gubernur (Masuzoe) bahwa dia mengundurkan diri per 21 Juni,’’ ujar salah seorang sumber di dewan Kota Tokyo kemarin.

Masuzoe sebelumnya sempat meminta agar mosi tidak percaya itu diundur hingga Agustus mendatang. Yaitu, setelah dia menerima bendera olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, yang menandakan Tokyo bakal menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2020. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Masuzoe adalah gubernur kedua Tokyo yang mundur sejak Tokyo didapuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Pada akhir 2013, pendahulunya, Naoki Inose, mundur dengan alasan serupa, yakni skandal finansial.

Masuzoe mundur karena merasa sikap foya-foyanya memang tidak etis. Namun, dia bersikukuh menyatakan tidak menggunakan uang negara untuk hura-hura.

Saat awal menjabat gubernur, Masuzoe berjanji menciptakan pemerintahan yang bersih dari skandal keuangan. Sayangnya, mantan menteri kesehatan dan tenaga kerja tersebut tidak mampu menepati janjinya.

April lalu muncul laporan bahwa dia menggunakan mobil dinas untuk melakukan perjalanan liburan akhir pekan di penginapan di selatan Tokyo.

Selain itu, muncul tudingan bahwa politikus yang mahir berbahasa Prancis tersebut melakukan perjalanan ke luar negeri dengan penerbangan kelas atas.

Dia juga membeli benda-benda seni yang cukup mahal secara online. Laporan lainnya menyebutkan bahwa Masuzoe mengunakan uang negara untuk membiayai akomodasi rekreasi keluarganya di dalam negeri. Tentu saja, seluruh akomodasi adalah kelas atas. (afp/thejapantoday/bbc/sha/c20/any)

Respon Anda?

komentar