Ijin Usaha Dicabut, Jono Masih Tetap Jalan

600
Pesona Indonesia
Penumpang membayar ongkos kepada supir bus jurusan Jodoh-Nongsa yang turun di Simpang Kara, Batamcentre, Minggu (12/6). Angkutan ini sudah tidak layak lagi beroperasi didalam kota yang bisa membahayakan penumpang karena sudah sangat buruk sekali. F.  Dalil Harahap/Batam Pos
Penumpang membayar ongkos kepada supir bus jurusan Jodoh-Nongsa yang turun di Simpang Kara, Batamcentre, Minggu (12/6). Angkutan ini sudah tidak layak lagi beroperasi didalam kota yang bisa membahayakan penumpang karena sudah sangat buruk sekali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id– Walau telah dicabut ijin badan usahanya, masih banyak angkutan kota yang masih beroperasi menarik penumpang, tak terkecuali di jurusan Jodoh-Nongsa.

Bahkan menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Zulhendri, hasil verifikasi Dishub beberapa waktu lalu dari 21 badan usaha yang menaungi angkot di Batam hanya lima angkutan kota yang terbilang sehat.

“Mereka masih tetap jalan. Tapi ilegal sih, seharusnya tak boleh narik penumpang lagi karena sudah tak berijin, harusnya plat hitam saja, hanya angkutan orang sendiri,” ungkap Zulhendri.

Walau pemerintah tegas mencabut badan usaha angkot, kebutuhan masyarakat dipandang perlu apalagi kini di jurusan Jodoh Nongsa belum ada belum terlayani Trans Batam. “Jadi ya berjalan seperti itulah dulu,” katanya.

Namun dia menegaskan jika seluruh Batam harus dilayani angkutan umum. “Protokol harus pemerintah yang siapkan, jalan cabang baru mereka (angkot),” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Lalulintas dan Angkutan Jalan Dishub Batam, Faisal riza mengatakan dalam waktu dekat penindakan belum bisa dilakukan. Kini pihaknya akan meminta organda untuk menata ulang angkotan umum yang dicabut ijin badan usahanya untuk bergabung dengan badan usaha yang masih aktif.

“Kita nunggu jaringan trayek yang baru kita lakukan penindakan,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar