Jual Sabu, Perawat RSBK Divonis 11 Tahun

688
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Terdakwa Prima Parulian Saragih alias Ucok telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, Rabu (15/6). Perawat Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) yang tertangkap saat melakukan transaksi narkotika jenis sabu, Prima mendapat hukuman yang cukup berat atas barang bukti sabu seberat 5,26 gram.

“Sesuai perbuatannya yang melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, terdakwa dijatuhkan hukuman pidana selama 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika denda tidak bisa dibayarkan, dapat digantikan dengan kurungan selama satu tahun,” kata Hakim Ketua Zulkifli membacakan amar putusannya.

Putusan tersebut, lebih berat satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti Putri Gina. “Dalam tuntutan terdakwa dikenakan hukuman pidana 10 tahun,” sebut PH terdakwa, Eli Suwita.

Usai divonis, terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan kepadanya. Sama halnya dengan JPU Frihesti. “Saya pikir-pikir juga yang mulia,” ungkap JPU Frihesti.

Diketahui, terdakwa Prima Parulian Saragih alias Ucok telah menjadi Target Operasi (TO) pihak kepolisian karena banyak menerima laporan dari masyarakat sekitar kosan terdakwa, yang beralamat di Bengkong Jaya. Polisi kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu ke terdakwa, dan dari sanalah perbuatan terdakwa terbongkar.

Saat tertangkap, terdakwa mengaku masih menyimpan sabu lainnya di kamar kosnya. Dari penggeledahan kepolisian, didapati tujuh paket sabu lagi. Jika ditotalkan keseluruhan sabu yang dimiliki terdakwa sebanyak 5,26 gram. (cr15)

Baca juga:

Jual Sabu ke Pasien, Perawat RSBK Disidang

Respon Anda?

komentar