Kekayaan Calon Kapolri Komjen Tito Cuma Rp 10 Miliar

615
Pesona Indonesia
Tito Karnavian, Calon Kapolri. Foto: dok. jpnn.com
Tito Karnavian, Calon Kapolri. Foto: dok. jpnn.com

batampos.co.id – Harta kekayaan calon tunggal Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Tito Karnavian yang terdaftar di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, bersihnya hanya sekitar Rp 10 miliar.

Namun LHKPN itu dilaporkan 20 September 2014, saat ia masih menjabat Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran Kapolri.

Dari LHKPN KPK itu, mantan Kapolda Papua dan Metro Jaya itu punya utang Rp Rp 2,99 miliar. Utang dalam bentuk pinjaman barang Rp 2,91 miliar dan dalam bentuk kartu kredit Rp 76 juta.

Total kekayaan mantan Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak, setelah dipotong utang mencapai Rp 10,29 miliar.

Berdasarkan data KPK, jumlah harta tidak bergerak Tito mencapai Rp 11,29 miliar. Rinciannya:

  1. Tanah 2.500 meter persegi di Palembang, Sumatera Selatan, yang berasal dari hibah perolehan 1996 dengan nilai jual objek pajak Rp 35.420.000.
  2. Tanah 196 meter persegi di Kota Tangerang, Banten, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 1999 NJOP Rp 55.860.000.
  3. Tanah dan bangunan 600 meter persegi dan 36 meter persegi di Kota Palembang yang berasal dari hasil sendiri dan hibah perolehan 2004 NJOP Rp 147 juta.
  4. Tanah dan bangunan seluas 191 meter persegi dan 180 meter persegi di Kota Jakarta Selatan yang berasal dari tanah sendiri, perolehan 2004-2013 NJOP Rp 728.385.000.
  5. Tanah seluas 308 meter persegi Kota Palembang, hasil sendiri perolehan 2004 NJOP Rp 142,9 juta.
  6. Tanah dan bangunan seluas 720 meter persegi dan 100 meter persegi di Kota Palembang yang berasal dari hasil sendiri perolehan 2004 NJOP Rp 702.420.000.
  7. Tanah seluas 442 meter persegi di Kota Palembang, yang berasal dari hasil sendiri perolehan 2004 NJOP Rp 205.088.000.
  8. Tanah dan bangunan seluas 515 meter persegi dan 70 meter persegi di Kota Palembang yang berasal dari hibah perolehan 2008 NJOP Rp 280.610.000.
  9. Tanah seluas 665 meter persegi di Kota Palembang, yang berasal dari hibah perolehan 2008  NJOP Rp 161.595.000.
  10. Tanah dan bangunan seluas 307 meter persegi dan 207 meter persegi di Kota Jakarta Selatan yang berasal dari hasil sendiri dan hibah perolehan 2003 NJOP Rp 5.273.397.000.
  11. Bangunan seluas 120 meter persegi di perkotaan Singapura yang berasal dari hasil sendiri perolehan 2008 NJOP Rp 3 miliar.

Kemudian, harta bergerak Tito tidak banyak. Bahkan di LHKPN Tito tercatat tidak memiliki alat transportasi, dan mesin lainnya.

Di bidang peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya juga tidak ada. Sedangkan harta bergerak lainnya hanya Rp 160 juta.

Benda bergerak lainnya itu berasal dari hasil sendiri perolehan 1991-2014 dengan nilai jual Rp 10 juta.

Kemudian logam mulia yang berasal dari hasil sendiri dan hibah perolehan 1998-2006 dengan nilai jual Rp 150 juta. Tito juga memiliki giro setara kas lainnya Rp 1.827.719.823.

Jadi total harta Tito sebelum utang ialah Rp 13,25 miliar. Setelah dipotong utang Rp 2,99 miliar.

Total harta milik alumnus Akademi Kepolisian 1987 itu menjadi Rp 10.291.675. (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar