Mantan Menko Maritim Dukung Kepri Jadi Gerbang Pariwisata Bahari Indonesia

559
Pesona Indonesia
Mantan Menteri Koordinator Maritim yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indonesia, Indroyono Susilo (tengah). foto:jailani/batampos
Mantan Menteri Koordinator Maritim yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indonesia, Indroyono Susilo (tengah). foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Mantan Menteri Koordinator Maritim yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indonesia, Indroyono Susilo mendukung Kepri menjadi Gerbang Pariwisata Bahari Indonesia. Dukungan tersebut diberikan dalam menyosong digelarnya Festival Bahari Kepri (FBK) yang merupakan rangkaian Sail Karimata 2016.

“Kita ingin menjadikan Festival Bahari Kepri (FBK) sebagai festival paling sukses menyamai kesuksesan Sail Bunaken pada tahun 2009 lalu. Tentu ini menjadi langkah yang baik bagi Kepri dalam mewujudkan cita-citanya sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia,” ujar Indroyono Soesilo dalam rapat persiapan FBK di Jakarta, Rabu (15/6).

Pria yang duduk sebagai Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata tersebut, juga mengatakan, pada tahun 2009 Ia memimpin penyelenggaraan Sail Bunaken. Menurutnya acara tersebut adalah penyelenggaraan sail paling sukses di Indonesia. Ia berharap FBK di Kepri, melebihi capaian tersebut.

Atas dasar itu, ia mendorong seluruh stakeholder yang hadir untuk mendukung penuh penyelenggaraan FBK di Tanjugpinang secara serius. Ia meminta kepada semua pihak untuk mempublikasikan seluruh rangkaian kegiatan pada FBK secara maksimal kepada wisatawan dari Singapura dan Malaysia agar menjadi agenda dan atraksi tersendiri bagi wisman.

Ia juga mengharapkan Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan 100 yachter dari Singapura untuk hadir pada acara puncak FBK pada tanggal 28 Oktober 2016 dan dilabuhkan di antara Pulau Penyengat dan Senggarang. “Kita akan mengecek langsung kesiapan titik labuh untuk yacht dan koordinasi dengan instansi terkait minggu depan di Tanjungpinang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur sakti, menjelaskan terkait rangkaian kegiatan selama FBK. Titik awal FBK akan ditandai dengan kegiatan Eco Heroes. Kemudian akan diwarnai dengan Dragon Boat Race, Wonderful Indonesia Sailing, Panggung Penyair, Wonderful Kepri Expo. Selain itu ada juga pertunjukan kesenian Sound From Motherland of Malay, Parade Kapal Sungai Carang, Sky Lantern, Kompetisi Drone, Kepri Carnival dan Traditional dan Modern Games. Keseluruhan kegiatan tersebut akan dimulai sejak tanggal 20 Oktober hingga 30 Oktober 2016.

Menurutnya, Wonderful Indonesia Sailing adalah event sail yang digagas oleh Kepri dengan memanfaatkan dua entry porth marina yang ada di Kepri yaitu Nongsa Point Marina di Batam dan Bandar Bintan Telani di Bintan. Masing masing akan mendatangkan yacht dari Singapura. Disebutkannya, NPM 60 yacht dan BBT 40 yacht. Sementara itu, pada tanggal 27 Oktober semua yacht yang masuk dari NPM dan BBT bisa berangkat menuju Tanjungpinang untuk bergabung di acara puncak Festival Bahari Kepri yang akan digelar pada keesokan harinya atau pada 28 Oktober 2016.

“Seluruh kegiatan selama FBK akan menjadi tontonan menarik warga Kepri dan tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisman, kita sedang mempersiapkan berbagai materi dan strategi promosi agar event FBK ini dapat menyedot banyak wisatawan. Baik nusantara dan mancanegara,” ujar Guntur menambahkan dalam rapat tersebut.

Masih kata Guntur, setelah tim yang akan dipimpin pak Indroyono dan Marsetio datang untuk rapat koordinasi dengan Gubernur Kepri dan pihak pihak terkait di Tanjungpinang. Selanjutnya akan difollow up secara maraton. Yakni membangunan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait. Sehingga FBK bisa berjalan dengan baik, dan hasilnya sesuai direncanakan.

“Festival Bahari Kepri yang dilaksanakan dalam rangka Sail Selat Karimata ini kita jadikan momentum untuk menjadikan Provinsi Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia,” jelas Guntur.

Ditambahkannya, peluang dan alasan Kepri kuat. Pertama kondisi geostrategis Kepri yang 96 persen laut dan 4 persen darat. Pemberlakuan PP 105 tentang kemudahan masuknya kapal kapal wisata yacht asing. Disamping itu adanya pemberlakuan kebijakan 169 negara bebas visa dan Kepri mendapat jumlah pelabuhan bebas visa terbanyak

“MOU Gubernur Kepri dengan Dubes Indonesia untuk Singapura tentang promosi Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia pada tahun 2014 lalu. Apalagi Kepri memiliki zero equator di Lingga, Natuna, dan Anambas. Daerah tersebut potensi yang menjanjikan sebagai playground yacht yang sangat eksotik. Dan yang paling penting bagaimana 2.000 yacht yang parkir di Singapura bisa memanfaatkan perairan Kepri sebagai playgroundnya,” tutup Guntur.

Turut hadir pada rapat tersebut mantan Kasal Laksmana TNI (Purn) DR. Marsetio, Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti dan berbagai kementerian dan lembaga terkait.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar