Palapa Ring Satukan Seluruh Indonesia tahun 2019

676
Pesona Indonesia
Mentri Konifo
Mentri Konifo

batampos.co.id – Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memastikan seluruh Kabupaten dan Kota Madya seluruh Indonesia akan terhubung infrastruktur Broadband di tahun 2019 mendatang. Harapannya adalah untuk menyatukan seluruh wilayah Indonesia seutuhnya dalam NKRI dalam pelayanan jaringan.

Broadband merupakan pemerataan akses pitalebar untuk membangun infrastruktur  jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah non-commercial. Untuk melaksanakan hal itu, pemerintah melakukan proyek pembangunan Palapa Ring. Palapa Ring merupakan upaya  membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional. Sehingga bisa menghubungkan seluruh daerah Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informasi RepubliI Indonesia, Rudiantara mengatakan proyek Palapa Ring dibagi menjadi tiga paket yakni Barat, Tengah dan Timur. Proyek Palapa Barat menjangkau wilayah Riau (Bengkalis dan Meranti) Kepri (Natuna, Lingga dan Anambas) serta Kalimantan Barat. Pembangunan Palapa Ring diwilayah merupakan bagian dari interkoneksi dengan jaringan serat optik.

“Panjang kabel serat Optik sekitar 2000 KM. Dan Paket merupakan kawasan pertama pembangunan Palapa Ring. Semoga ini menjadi titik awal peningkatan infrastruktur informasi dan komunikasi di Indonesia,” kata Rudiantara saat berkunjung ke Pemko Batam, Rabu (15/6) pagi.

Dikatakannya, proyek Palapa Ring Barat akan ditangani pemenang tender, yaitu konsorsium Moratel – Ketrosden Triasmita. Saat ini pembangunan Palapa Ring sedang dalam tahap pemenuhaan pembiyaan sebagai syarat dimulainya proses kontruksi.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah mulai dikerjakan. Kita berharap seluruh paketan untuk Palapa Ring ini selesai tahun 2019. Sehingga bisa menghubungkan seluruh daerah-daerah di Indonesia serta akses informasi lebih luas,” imbuh Rudiantara.

Menurut dia, proyek Palapa Ring merupakan keseriusan pemerintah dalam bekerjasama sama dengan investor dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Berbagai pihak telah ikut mendukung proyek sehingga persiapan pembangunan bisa berlangsung cepat yaitu kurang dari satu tahun. Apalagi proyek ini sudah mendapat dukungan fasilitas pendampingan proses transaksi dan izin availability payment dari Menteri Keuangan.

“Nilai investasi untuk proyek Palapa Ring Barat adalah Rp 1,28 triliun. Rencana penyelesaian kontruksi 2018,” ujarnya.

Selain paket Barat, proyek palapa ring juga mengerjakan paket tengah yang menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara (sampai kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Sedangkan untuk paket timur menggapai wilayah NTT, Maluku, Papua Barat, dan Papua (sampai pedalaman Papua). Total panjang paket timur mencapai 6.300 km.

Sementara, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan dengan pembangunan proyek ini diharapkan dapat berdampak bagi infrastruktur komunikasi dan informasi di Kota Batam.

“Batam merupakan kota yang paling dengan singapura, Negara yang sangat cepat pertumbuhannya terutama di bidang Informasi dan Komunikasi,” terang Rudi.

Menurutnya, Kota Batam didisain sebagai kota Industri dimana informasi dan komunikasi sangat penting, khusunya bagi para investor. Selain perlu teknologi informasi yang handal, di Batam juga perlu keterbukaan informasi publik.

“Para calon investor haruslah bisa mengkases semua kegiatan yang ada di pemerintah baik Pemerintah Kota maupun BP Batam,” pungkas Rudi. (she)

Respon Anda?

komentar