Pemko Tanjungpinang Libatkan Sekolah dalam Pembuatan KIA

718
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dalam pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggandeng setiap sekolah. Ini dilakukan karena KIA diberlakukan bagi anak usia 0-16 tahun.

“Ini upaya menjemput bola, untuk mengefektifkan program penerapan KIA ini,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Eka Hanasarianto usai pembukaan Sosialisasi Penerapan KIA di Hotel Bintan Plaza, Rabu (15/6).

Syarat untuk memperoleh dan pembuatan KIA, kata Eka, adalah akte kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). “Setelah Itu baru bisa dicetak,” ujarnya.

Dikatakan Eka, tidak semua anak memiliki akte kelahiran, tapi dia mengatakan pihaknya akan membantu pembuatan akte kelahiran. “Dalam proses kami juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang dan 5 klinik bersalin. Dengan begitu bayi yang telah lahir, dalam dua hari akte kelahirannya bisa diterbitkan,” ujarnya.

Selayaknya KTP, KIA ini juga berfungsi sebagai tanda pengenal. “Kalau bayi berusia 0-5 tahun tidak memiliki foto. Sedangkan yang berusia 6 tahun ke atas pakai foto,” ujarnya.

KIA diterapkan tahun 2016 ini. Tapi, kata Eka, untuk kepastiannya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan perlindungan dan pelayanan publik. “Data ini bermanfaat bagi berbagai sektor, salah satunya pendidikan,” ujarnya.

Salah satu manfaat, kata Lis, adalah dapat memprediksi usia belajar. Dengan begitu, Pemko Tanjungpinang dapat mengestimasi jumlah sekolah. “Dengan diketahui jumlah anak yang lahir, maka bisa memprediksi kebutuhan sekolah,” jelasnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar