Pesawat Cessna Tabrak Kandang Babi

477
Pesona Indonesia
Sejumlah warga melihat puing-puing bandan pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX milik PT AMA yang gagal landing dan menabrak rumah serta kantor distrik di Lapangan Terbang Lolat, Kabupaten Yahukimo, Senin (14/6).
Sejumlah warga melihat puing-puing bandan pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX milik PT AMA yang gagal landing dan menabrak rumah serta kantor distrik di Lapangan Terbang Lolat, Kabupaten Yahukimo, Selasa (14/6/2016).

batampos.co.id – Pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX nomor seri 208B5149 PK-RKC milik PT Associated Mission Aviation (AMA) Papua yang gagal mendarat di Lapangan Terbang Lolat, Distrik Lolat Kabupaten Yahukimo, Selasa (14/6/2016) pukul 7.58 WIT, lalu masih diselidiki penyebabnya.

Pesawat yang dipiloti Capt Pilot Brian Forrest Pottiger (WN Kanada) itu menabrak satu rumah/honai warga, kantor distrik (kecamatan) dan kandang babi.

“Kami belum bisa menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ini. Kami menunggu penjelasan dari KNKT,” ungkap J.A Djarot Soetanto, Direktur PT AMA Papua kepada Cenderawasih Pos (grup batampos.co.id).

Pesawat yang mengalami kecelakaan ini menurut Djarot merupakan pesawat baru yaitu buatan tahun 2014 dan mulai dioperasikan PT. AMA Papua pada tanggal 9 maret 2016. “Saat ini jam terbang pesawat tersebut baru 53 jam,” jelasnya.

Selain pesawat baru, pilot yang membawa pesawat tersebut menurut Djarot yaitu Capt Pilot Brian Forrest Pottinger juga sudah berpengalaman dan saat ini memiliki 8283 jam terbang.

“Capt Pilot Brian bergabung dengan AMA sejak 1 Agustus 2010 dan sekarang telah mempunyai 8283 jam terbang. Kami akan bertanggungjawab dan memberikan pengobatan kepada para korban hingga sembuh. Kami dari manajemen PT. AMA Papua juga menyampaikan rasa duka atas musibah ini,” pungkasnya.

Arifin salah satu penumpang pesawat yang ditemui Cenderawasih Pos mengatakan, saat akan landing pilot mengalami gangguan penglihatan yaitu silau karena cahaya matahari. Akibat gangguan tersebut, pilot menurutnya memutuskan untuk kembali terbang namun karena posisi pesawat sudah terlalu rendah dan tergelincir akhirnya oleng ke kanan lalu menabrak honai dan kantor distrik.

“Pilot sempat katakan saat mendarat terganggu cahaya matahari karena silau dan beberapa saat kemudian pesawat langsung menabrak kantor distrik dan honai,” sebutnya.

Arifin menyebutkan, ia bersama rekannya terbang ke Distrik Lolat untuk urusan pekerjaan. “Dalam pesawat hanya tiga orang yaitu pilot, saya dan seorang teman. Kami ke Distrik Lolat karena ada pekerjaan proyek,” tambahnya.

Akibat kecelakaan ini, menurut Arifin badan pesawat terbakar dan tinggal menyisakan bagian ekor. Sementara bangunan yang ditabrak menurutnya rusak parah.

“Kami dijemput pihak AMA menggunakan pesawat Pilatus dan dibawa ke RSUD Wamena bersama tiga warga yang menjadi korban. Kami tiba di RSUD Wamena sekitar pukul 9.30 WIT,” ucap Arifin yang mengaku mengalami sakit di bagian pinggag akibat kecelakaan ini. (nik/bet/gin/nat/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar