Rudi Angkat Tangan Tentang SK Bodong

673
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam HM Rudi
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

batampos.co.id – Pemko Batam terkesan angkat tangan terkait beredarnya surat keputusan (SK) honorer palsu atau bodong di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kota Batam. Hingga hari ini, pembuat SK palsu itu masih bebas dan belum mendapat tindakan apapun dari pihak Pemko. Alasannya, Pemko merasa tak dirugikan, meskipun nama lembaga pemerintah itu dicatut oleh pembuat SK bodong.

“Tak ada SK-nya. Kita juga tak ada rugi,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di Kantor Pemko Batam, kemarin.

Rudi mengaku pemerintah akan rugi jika SK palsu itu sudah digunakan oleh oknum yang tak seharusnya bekerja di Pemerintahan. Sementara SK palsu itu langsung ditolak ketika sampai di SKPD, sehingga belum ada satupun oknum yang menggunakan SK palsu tersebut.

“Kuhap sudah mengatur, apabila surat itu sudah digunakan baru bisa dipidana. Ini kan belum sempat digunakan. Jadi jika dilaporkan pun juga tak bisa,” terang Rudi.

Ia juga menganggap SK palsu yang menggunakan nama Pemko khususnya badan kepegawaian daerah (BKD) kota Batam itu tak termasuk pencemaran nama baik. Sebab pihaknya tak merasa dirugikan.

“SK aslinya tak ada, jadi tak ada pencemaran nama baik. Sebuah nama harus dijaga baik-baik,” imbuh Rudi.

Menurut Rudi, beberapa waktu lalu ia sudah mengumpulkan seluruh SKPD untuk menelusuri keberadaan SK palsu itu. Namun, tak satupun SK palsu yang ditemukan di SKPD.

“Saya sudah rapatkan dengan seluruh dinas, tak ada satupun,” tegas Rudi.

Rudi juga menegaskan tak adanya keiikutsertaan tim sukses atau partai pendukungnya yang membuat SK palsu itu. Menurutnya, perbuatan itu diduga dilakukan orang yang ingin menjatuhkan dirinya dan tim sukses bahkan partai pendukung.

“Saya sudah telusuri, tak ada. Dan saya tegaskan sekali lagi tak ada dari tim sukses. Ini hanya perbuatan orang yang ingin menjatuhkan Ramah,” pungkas Rudi. (she)

Respon Anda?

komentar