Tak Mampu Kelola Dana Desa, Sejumlah Kades Mengundurkan Diri

1049
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Yusli menilai, pemerintahan desa yang ada di Anambas, saat ini banyak yang belum mampu mengelola keuangan desa secara maksimal. Hal ini bukan tanpa alasan yang jelas.

Dari hasil kunjungan kerja yang sudah dilaksanakan selama beberapa hari ini, Yusli mengaku, bukan satu atau dua Kepala desa (Kades) saja yang tidak mampu mengelola dana desa. Menurutnya, diperkirakan ada banyak Kades di Anambas saat ini belum siap dan belum mampu mengelola dana desa dari pusat.

”Sejauh ini sudah banyak desa yang kita kunjungi, tapi memang banyak kades yang menyatakan ketidakmampuannya mengelola dana desa,” ujar Yusli kepada wartawan, Rabu (15/6) siang.

Apalagi anggaran yang dikucurkan ke setiap desa tidak tanggung-tanggung yakni minimal Rp 1,5 milliar. Sehingga desa setidaknya harus memiliki tenaga pendamping yang mumpuni untuk membantu mengelola dana desa dengan tepat tanpa ada ancaman jerat hukum nantinya apabila ditemukan penggunaannya sudah menyeleweng. Hal ini harus dilakukan, karena sistem pengelolaan anggaran yang ada di pemerintahan desa tidak jauh berbeda dengan pengelolaan dana yang ada di Pemkab.

Pihaknya berupaya menyarankan kepada pemerintah desa untuk memberikan tenaga pembimbing dan memberikan bimbingan lagi kepada setiap Kades. ”Kita sudah sarankan kepada bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) agar ke depan pihaknya memberikan pembingan lagi,” terang Yusli.

Diakuinya, pada saat ini banyak Kades yang mengundurkan diri dari jabatannya seperti Kades Putik dan Kades Sri Tanjung Siantan, diperkirakan karena belum mampu dan tak berani untuk mengelola anggaran dana desa (ADD). (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar