600 Guru SMA Batam Akan Dialihkan Menjadi ASN Pemprov Kepri

629
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.

batampos.co.id – Sekitar 600 aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) Kota Batam akan segera dialihkan menjadi ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sesuai dengan amanat UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Ada 600-an guru SMA se-derajat yang dialihkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin di Batam, Kamis.

Nantinya, seluruh guru SLTA dari Pemko Batam akan menerima surat keputusan baru mengenai statusnya sebagai ASN Pemprov Kepri.

Walaupun sudah menjadi kewajiban, tidak semua guru SLTA di Batam bersedia dialihkan menjadi ASN Pemprov Kepri. Bahkan sebagian besar dari mereka ingin menjadi guru SD atau SMP selama masih bisa mengenakan baju dinas Pemko Batam.

“Banyak yang minta, tapi saya tegaskan tidak boleh. Jangan ganggu aturan yang ada,” kata Muslim.

Alasan para guru SLTA tidak mau pindah ke provinsi adalah karena akan kehilangan insentif prestasi. Dan mereka juga memperkirakan insentif yang diperoleh dari provinsi nanti kemungkinan lebih kecil dari yang diterima ketika masih menjadi ASN Pemko Batam.

“Dengan pengalihan ini, kami juga tidak boleh menganggarkan insentif lagi, termasuk untuk guru SMA swasta,” kata dia.

Terkait pengalihan dana insentif guru SMA untuk belanja pendidikan yang lain, Muslim menyerahkannya kepada Wali Kota Muhammad Rudi. “Itu tergantung kebijakan Pak Wali,” kata dia.

Ia mengatakan insentif untuk guru SMA tetap akan disalurkan hingga batas pengalihstatusan ASN ke Provinsi. Selain guru, Pemkot juga akan menyerahkan seluruh infrastruktur SLTA
kepada Pemprov Kepri.”Ada 21 SMA dan tujuh SMK, semuanya diserahkan,” kata dia.(leo)

Respon Anda?

komentar