Jelang Mudik Lebaran, Dishub Koordinasi dengan Operator Fery

744
Pesona Indonesia
 Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar (baju putih) bersama Bupati Lingga, Alias Wello, usai meresmikan roro penarik beberapa waktu lalu. foto:hasbi/batampos
Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar (baju putih) bersama Bupati Lingga, Alias Wello, usai meresmikan roro Penarik beberapa waktu lalu. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Perhubungan Laut dan udara Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Selamat mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik lebaran nanti pihaknya berkoordinasi bersama pihak operator fery dan instansi terkait lainnya. Dia memprediksikan lonjakan penumpang terjadi pada H-7 Lebaran.

“Dalam waktu dekat ini kami akan adakan koordinasi dengan operator untuk mencari jalan mengatasi lonjakan penumpang,” kata Selamat, Kamis (16/6) pagi.

Dia menambahkan, jika diperlukan mereka akan meminta operator menambah armada. Namun permintaan ini tergantung pada situasi jika memang nantinya jumlah penumpang tidak dapat ditangani dengan armada yang ada selama ini.

Selamat mengatakan, lonjakan penumpang bakal terjadi pada angka 10 sampai 15 persen dibanding jumlah penumpang pada hari biasanya. Namun Selamat tidak terlalu khawatir karena kapal roll off and roll on (roro) beroperasi seperti biasanya dan ini menjadi transportasi laut yang membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Semoga ketika lonjakan penumpang terjadi nanti, kami dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Penumpang tidak terlantar,” ujar Selamat.

Selain dari segi kecukupan armanda, Selamat juga mengharapkan kepada operator agar memperhatikan kondisi kapal yang baik guna menjaga keselamatan penumpang dalam perjalanan hingga sampai tujuan.

Untuk itu, Selamat meminta kepada operator sudah dapat memeriksa kondisi kapal mulai saat ini. Dia juga memberikan info jika sejumlah operator telah melakukan pengecekan kondisi kapal mereka.

Selain kondisi kapal, Selamat juga mengharapkan seluruh armada dilengkapi fasilitas keamanan seperti racun api dan life jacket karena hal ini telah diatur dalam peraturan keselamatan pelayaran.

“Jika masih ada operator yang membandel, kami akan berikan laporan ke Dishub Provinsi agar dilakukan evaluasi. Bisa saja ijin trayek armada tersebut dicabut,” kata Selamat.

Sementara itu, bagi penumpang antar pulau seperti Daik dan Jagoh, Selamat mengaku sangat terbantu dengan beroperasinya roro yang telah berjalan belum lama ini. Diharapkan juga dapat memenuhi kebutuhan transportasi warga. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar