Jet Tempur Vietnam yang Hilang di Laut Cina Selatan Belum Ditemukan

624
Pesona Indonesia
Jet tempur Vietnam. Foto: istimewa
Jet tempur Vietnam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 milik Vietnam yang hilang sejak 14 Juni 2016 lalu di sepanjang pesisir Laut Cina Selatan, hingga saat ini beluim ditemukan.

Proses pencarian pun masih terus dilakukan dengan mengerahkan sejumlah pesawat ke lokasi pertama hilang kontak.

Ada dugaan pesawat tersebut jatuh ke laut. Namun apakah penyebab jatuhnya akibat kerusakan mesin atau ditembak jatuh, juga  belum bisa dipastikan.

Wakil komandan angkatan bersenjata Vietnam Letnan Jenderal Senior Vo Van Tuan mengatakan bahwa jet buatan Rusia itu terbang di pesisir Nghe An, berdekatan dengan pulau Hainan, Cina, sebelum akhirnya hilang dari radar.

“Pesawat tempur itu belum ditemukan dan masih dalam tahap pencarian,” katanya seperti dilansir Reuters.

Peristiwa ini menjadi rangkaian kecelakaan melibatkan pesawat tua dalam dua tahun belakangan, khususnya saat negeri itu menyesuaikan strategi militer dan membangun pertahanannya dalam empat dasawarsa ini.

Vietnam tengah memperbaharui pertahanan negerinya demi mengantisipasi kekuatan militer Cina dan aksinya yang tampak mengancam di Laut Cina Selatan, kawasan sengketa dua negara komunis tersebut.

Sukhoi SU-30 MK2 itu merupakan satu dari 30 jet tempur yang digunakan Vietnam. Pasca-pencabutan embargo senjata oleh AS beberapa waktu lalu, Vietnam menempatkan jet tempur dalam daftar belanjanya dan jumlahnya diperkirakan bertambah.

Gerakan AS ini tampaknya dilakukan untuk menjadikan Vietnam sebagai sekutu terbarunya di Asia.

Vietnam kabarnya telah menemui pihak barat dan produsen senjata AS demi meningkatkan pertahanan angkatan udaranya dengan rencana pembelian jet, helikopter, dan pesawat patroli laut, meski pengamat menduga Rusia akan tetap jadi pemasok utama Vietnam.

Cina sebelumnya mengklaim kepemilikan atas Laut Cina Selatan, kawasan kaya cadangan energi yang menjadi jalur kapal dagang senilai US$5 triliun tiap tahunnya.

Bukan hanya China, negara lain turut mengklaim kawasan tersebut, di antaranya Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan tentunya Vietnam. (ikh/inilah.com)

Respon Anda?

komentar