Lima Swalayan Ditemukan Jual Makanan Tak Layak Konsumsi

584
Pesona Indonesia
Anggota Polres Bintan, PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan serta Anggota Pomal sedang menjelaskan permasalahan kemasan Miehun kepada pemilik Swalayan Kijang Lestari, Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (16/6). foto:harry/batampos
Anggota Polres Bintan, PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan serta Anggota Pomal sedang menjelaskan permasalahan kemasan Miehun kepada pemilik Swalayan Kijang Lestari, Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (16/6). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Polres Bintan membentuk tim gabungan untuk menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) dengan sasaran pasar tradisional dan swalayan yang ada di Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kamis (16/6). Tim gabungan ini melakukan pemeriksaan tenggang waktu (expired) atau masa berlakunya makanan, barang atau kosmetik yang didagangkan di pusat perbelanjaan.

Mereka yang menggelar razia terdiri dari 32 anggota Polres Bintan dan Polsek Bintan Timur (Bintim), tiga pegawai Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), lima Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan, anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), dan anggota Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bintan.

“Perintah Kapolres seluruh pusat perbelanjaan di wilayah hukum Polsek Bintim harus dilaksanakan razia terhadap barang dagang. Hal ini juga dilakukan dalam rangka menjaga kondisi makanan di Bintan agar layak dikonsumsi selama Ramadan hingga menjelang Lebaran,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bintim, Ipda Brasta saat melakukan razia barang dagang di Swalayan Kijang Lestari, Jalan Barek Motor.

Ada sembilan swalayan di Bintim yang dirazia oleh tim gabungan diantaranya Swalayan Doubleyou di Jalan Nusantara, Batu 23, Swalayan Top Jess,Takarina, Mitra, WS, dan Kijang Lestari di Jalan Barek Motor. Kemudian Swalayan Super Jess di Jalan Tanah Kuning serta Swalayan Zoom di Kampung Pisang. Dari sembilan swalayan tersebut didapati ada lima swalayan menjual makanan yang tak layak atau berbahaya dikonsumsi oleh konsumen. Sehingga dengan terpaksa tim gabungan menyita makanan tersebut untuk dimusnahkan.

Kelima swalayan yang barang dagangannya disita yaitu Swalayan Doubleyou disita dua bungkus kecap kemasan botol plastik, 25 Tepung Hunkwee dan empat bungkus dried beancurd (makanan ringan) yang kedaluarsa, 14 bungkus miehun, dua bungkus mentega putih, sosis (B2), stik, tiga saset minuman produksi China (tanpa merek) dan tak terdaftar di BPOM. Kemudian di Swalayan Takarina didapati satu kaleng Air Cap Kaki Tiga yang kedaluarsa dan di Swalayan Kijang Lestari didapati 10 bungkus makanan kemasan merek Fiesta yang kedalauarsa. Berikutnya Swalayan Super Jess didapati 47 makanan ringan kemasan kaleng yang tidak terdaftar di BPOM dan 30 bungkus keju Craft yang kedaluarsa dengan kondisi sudah dipenuhi semut sedangkan di Swalayan Zoom didapati 21 botol kecap dan saus buatan China dan 20 bungkus miehun tanpa merek yang tidak terdaftar di BPOM.

“Semua barang dagangan yang disita akan kita bawa ke Mapolres Bintan untuk dimusnahkan. Sedangkan pemilik usaha hanya kita berikan teguran saja. Kalau ulangi lagi baru kita proses hukum,” katanya.

Sementara, Bidang Penyidik dan Pengawasan BPOM Kepri, Indriansyah membenarkan dari sembilan swalayan yang dirazia ada lima swalayan yang menjual makanan kadaluarsa dan juga illegal. Seluruh makanan kedaluarsa dan illegal itu sudah disita dan akan dimusnahkan.

“Karena ini kegiatan Polres Bintan dan BPOM disini hanya sekedar membantu saja. Maka pelaku usaha tidak kita tindak melainkan hanya sebagian barang dagangannya saja yang disita. Itupun semuanya menjadi tanggungjawab Polres Bintan bukan BPOM,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan bahwa kegiatan ini merupakan tanggungjawab penuh dari Polres Bintan. Sehingga untuk kelanjutan proses pemusnahan barang dagangan yang bermasalah dan penyelidikan selanjutnya terhadap pelaku usaha akan dilakukan oleh kepolisian.

“Kita hanya hadiri undangan dari Polres Bintan saja untuk melaksanakan razia. Walaupun, proses lebih lanjutnya ditangan kepolisian, kita tetap akan memantau dan mengawasinya,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar