Modus Baru; Simpan Solar Ilegal di Lambung Kapal Rusak

496
Pesona Indonesia
Tugboat Air Biru GT 178 Nomor 4232/PPM yang sudah dimodivikasi jadi penampung solar di pelabuhan Sagulung, Rabu (15/6). F. Ahmad Yani/Batam Pos
Tugboat Air Biru GT 178 Nomor 4232/PPM yang sudah dimodivikasi jadi penampung solar di pelabuhan Sagulung, Rabu (15/6). F. Ahmad Yani/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tindak pidana ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Dapur 12, Sagulung, Batam.

Kanit Unit V Sat Reskrim Polresta Barelang, AKP Retno Aryani mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang yang berada di lokasi.

“Dari sembilan orang yang telah kami lakukan pemeriksaan, akhirnya kami menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini,” ungkap Retno, Kamis (16/6).

Dalam enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu diantaranya, ABK Kapal, Supir Truk, beserta Kapten Kapal penyimpanan BBM jenis solar.

Retno juga menjelaskan modus pelaku dalam penjualan solar secara ilegal ini ialah dengan cara menyimpannya ke dalam kapal-kapal yang terparkir di laut.

“Modusnya kapal rusak. Jadi, kapal-kapal yang rusak yang di laut itu tangkinya digunakan untuk menyimpan solar,” katanya.

Sedangkan untuk penjualannya sendiri, pelaku baru melakukan pengiriman solar setelah adanya pemesanan dari pembeli.

“Setelah ada pembeli, baru mereka menyalurkannya dengan pipa panjang ke mobil truk yang sudah menunggu di pantai. Nanti truk-truk inilah yang akan mengantarkannya ke perusahaan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ke enam orang tersangka dijerat dengan pasal 53 jo 55 undang-undand no 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 55 KUHP, dengan ancaman pidana kurungan selama 5 tahun. (egi)

Respon Anda?

komentar